Warga Lembata di Flotim bersedia Dirapid Test Saat dijemput

MEDIA WLN – Nasib puluhan warga Lembata yang tertahan di Kota Larantuka, Kabupaten Florea Timur, NTT segera dipulangkan.

Setelah tertahan selama sebulan lebih di beberapa penginapan di Kota Larantuka, warga Lembata yang berjumlah puluhan itu akan dikembalikan oleh Pemda Lembata.

Informasi penjemputan ini diapresiasi oleh salah satu warga Lembata yang ikut tertahan di Larantuka, Kor Sakeng.

Sakeng mengucapkan terimakasih kepada Pemda Lembata yang sudah bersedia menjemput mereka.

Dia bersama warga yang lain juga bersedia dirapid tes saat tim dari Lembata menjemput mereka di Larantuka.

Sementara itu Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, usai memberikan bantuan sosial tunai kepada kelurahan di Kantor Pos Lewoleba, 20 Mei 2020, mengatakan pihaknya akan menjemput warga Lembata tersebut, Jumad, 22 Mei 2020.

Syaratnya, demikian Bupati Lembata, semua warga Lembata yang akan dijemput harus menjalani protokol kesehatan termasuk Rapid Test.

“Jumad ini (22/05/20) kita akan jemput warga Lembata yang tertahan di Larantuka. Kalau Wartawan mau ikut silahkan”, ujar Bupati Sunur.

Rapid Test dilakukan untuk memastikan agar mereka benar benar bebas dari Covid. Dan jika ada yang reaktif akan dilakukan karantina di Lembata. Selanjutnya diambil sampel dan dikirim ke Kupang untuk di Swab Test.

“Kita tidak mau kecolongan. Mereka harus dirapid Test. Tenaga medis dari Lembata akan melakukan Rapid Test kepada mereka. Kalau wartawan mau ikut silakan,” ungkap Sunur.

Disinggung wartawan terkait lamanya warga Lembata yang tertahan di Lembata, Sunur mengakui itu adalah strategi dirinya untuk mengamankan Lembata dari Covid 19.

“Itu strategi kita. Dan puji Tuhan sampai saat ini kita masih seperti ini. Masih hijau. Saya minta maaf untuk itu. Bukan kita telantarkan tetapi itu bagian dari cara untuk mengamankan Lembata. Saya kira masyarakat Lembata juga setuju tentang ini. Kita jaga Lembata sama sama,” ungkapnya.***

sandrowangak

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *