12 ‘Rasul Literasi’ Flores Timur

7. Alfius Sabon

Pria ini belum lama bergabung dengan Agupena Flotim. Pertama kali terlibat saat beliau mewakili taman bacaannya dalam Lomba TBM Kreatif yang digelar dalam rangka menyongsong Harlah ke-12 Agupena ini.

Walaupun baru bergabung, jasanya amat besar bagi Agupena Flotim, khususnya kepanitiaan Harlah. Bagaimana tidak, Guru pada SDI Watobuku inilah yang mendesain beberapa poster dan video serta sertifikat dan piagam, bahkan mencetaknya hingga kelar. Rasa tanggung jawabnya begitu tinggi atas setiap amanah yang diberikan.

Beliau rela bergadang sampai pagi demi mencetak ratusan sertifikat yang akan dipakai besok hari dalam beberapa kegiatan bersamaan. Beliau rela tidak mengikuti kegiatan hanya demi menuntaskan tugasnya jika ada penambahan peserta.


  1. Oktavianus Bali

Jika Flores Timur punya fotografer hebat sekelas Iwan Puken maka Agupena Flotim punya Oktavianus Bali. Bidikan-bidikan mata kameranya selalu melahirkan gambar-gambar yang hidup, bercerita, dan berkarakter. Ia tidak sekadar memotret, tetapi ikut memberi ruh pada setiap hasil jepretannya. Dalam situasi apa saja, hasil jepretannya selalu mengundang decak kagum para penggemar foto.

Dalam kepanitiaan Harlah, ia dan kamera tidak pernah bercerai. Jika kemudian kita dapat menikmati foto-foto Harlah yang kerennya nauzubillah, maka itu adalah akibat perbuatan dan tangan Guru Bahasa Indonesia pada SMPN Satap Riang Duli ini.


  1. Apong Hurint

Kami menggelarnya dengan sebutan Menteri Perhubungan. Lantaran, guru pada SD Tobilota ini menjadi penghubung kepanitiaan dengan berbagai jasa angkutan, baik itu darat, laut, dan udara. Ketika hendak mencari tiket pesawat bagi narasumber, Apong bisa sesegera mungkin mendatangkan tiket, tentunya dengan harga yang sesuai.

Kala peserta dan panitia membutuhkan kendaraan mikrolet atau taksi, beliau secepat kilat mengangkat HP dan mengontak koneksinya untuk menyiapkan mobil. Pun ketika hendak membutuhkan kapal penyeberangan, Apong tinggal bermodal SMS untuk sekadar mengatakan, “Saya pakai kapal, eee.” Sekian banyak urusan yang berkaitan dengan perhubungan, beliau selalu puas melayani pelanggan. Pantaslah beliau mendapat dapuk Menteri Perhubungan.


  1. Zaeni Boli

Siapa sih penikmat seni pertunjukan di Flores Timur yang tidak mengenal Zaeni Boli? Bersama Nara Teater, Guru pada SMK Sura Dewa ini mampu menyuguhkan tampilan-tampilan yang menggugah perasaan penonton.

Dalam momentum Harlah ini, beliau dipercayakan menjadi koordinator semua kegiatan yang bertempat di SMK Sura Dewa. Membersihkan ruangan, menyiapkan fasilitas, sampai menjadi penampil untuk mengisi setiap acara, beliau lakoni dengan baik dan taat. Beliau tidak hanya pandai menjadi pementas, tetapi pandai pula dalam menyiapkan segala kebutuhan pementasan. Acara Malam Apresiasi Seni Harlah yang melibatkan ratusan siswa merupakan satu mata acara khusus yang digagas dan disukseskan beliau.


  1. Victorianus Suban Hokon

Jika semua panitia merupakan guru dan tergabung dalam Agupena Flotim, maka Victorianus pengecualiannya. Dia siswa. Lelaki hitam manis ini kini sedang menuntut ilmu di SMAN 1 Tanjung Bunga. Juara 1 Lomba Menulis Puisi dan Juara 2 Lomba Baca Puisi Tingkat SMA dalam rangka Harlah ke-12 Agupena ini, sepertinya punya energi cadangan. Ia tidak pernah capek walau bertumpuk-tumpuk tugas diberikan kepadanya.

Anak muda yang sudah berjanji mengabdikan diri di jalan literasi ini juga menjadi penyambung kerja-kerja teknis kala para panitia sudah letih bergerak atau mengerjakan tugas lainnya. Kendatipun dipadati aktivitas yang tinggi, beliau masih punya waktu untuk menulis puisi setiap hari, bahkan selama momen Harlah.


  1. Emby Muda B. Metha

Anggota Pramuka DKR Adonara Timur yang cinta literasi salah satunya beliau. Sebab itulah yang mendorong beliau untuk mengabdikan diri secara total dalam kepanitiaan Harlah. Bersama Victor, keduanya menjadi tangan dan kaki penyambung panitia dengan berbagai urusan teknis lainnya.

Sekali dua lelaki ini membacakan puisi karyanya, membuat kaget seluruh kru panitia dan Pengurus Agupena Flotim. Sebab, puisi-puisi yang ia bacakan merupakan buah karya beliau sendiri. Pun, cara beliau membacakan karya berangsur membaik sejak bergabung dalam Agupena Flotim. Saat ini, ia sedang mengumpulkan puisi-puisinya untuk dibukukan.

Selain kedua belas orang ini, masih banyak lagi tangan ikhlas yang memperlancar acara. Beberapa orang yang dapat disebutkan meliputi Valentinus Ballack Wathon, John Rago, Emanuel Ola, Pieter Kedang, Ferdi, Kamal Jamil, Geradus Kuma, Eduar Pope, Agnetis da Noa, Vio, dan beberapa nama lainnya yang tidak sempat disebut yang juga menjadi tulang punggung kegiatan. Tanpa mereka, kegiatan Harlah tiada berjalan maksimal sebagaimana yang telah terlaksana. ***

 

pr-sole kadir

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *