suluhnusa.com_Badan Permuywaratan Desa (BPD) memiliki peran penting dalam meningkatkan pembangunan desa. Baik pembangunan sumber daya manusia maupun pembangunan sumber daya fisik.
BPD sebagai salah satu pemangku kepentingan di desa harus memiliki insting untuk berani membangun desa menjadi lebih baik.
Hal ini disampaikan mantan kepala desa Painapang, Yohanes Hugu Hewen usai pelantikan anggota BPD Desa Painapang. Dia menjelaskan BPD dapat bekerja untuk melayani masyarakat.
“Sebagai pemangku jabatan publik BPD harus bisa bertanggung jawab dan memiliki komitmen dalam pelayanan”, tegas Yohanes.
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Painapang Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur pada Jumad 27 Februari 2015 dilantik untuk periode 2015-2021. Pelantikan ini terjadi di aula kantor Desa Painapang.
Acara pengambilan sumpah dan pelantikan dihadiri Camat Lewolema, Kapolsek Lewolema, Aparat pemerintah Desa Painapang, Anggota BPD periode sebelumnya, serta masyarakat desa Painapang. Kurang lebih sekitar lima puluh tujuh (57) orang hadir diacara ini.
Sebanyak Sembilan (9) anggota BPD yang di lantik, mereka diantaranya, ketua Oya Dominika Puara, Wakil Mateus Siku Ruron, dan anggota Simon Petrus B. Ruron, Kornelis Kilat Hewen, Petrus Pati Hewen, Mateus M. Baluk dan Hermanus Gawa Tukan.
Camat Lewolema Yohanes Ibi Hurint,S.Sos dalam sambutannya menyatakan bahwa BPD merupakan mitra kerja dengan pemerintah Desa. Dalam pelayanan kepada masyarakat, BPD dan pemerintah desa harus bekerja sama secara harmonis dan dengan hati yang ikhlas untuk membangun Lewotanah.
“Pemerintah Desa dan anggota BPD harus mengerti dan memahami kedudukan,tugas dan fungsi serta hak dan kewajiban masing-masing sehingga mampu berperan secara maksimal demi kelancaran penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan pembangunan baik fisik maupun mental,” ungkap Yohanes.
Ketua BPD terpilih Oya Dominika Puara ditemui usai acara pelantikan mengatakan setelah menerima mandat ini, kami akan secepatnya bekerja berdasarkan program kerja yang akan dimasukan dalam masing-masing unsur diantaranya unsur adat budaya, pendidikan, pemuda, pemberdayaan perempuan dan lainnya.
Puara mengatakan bahwa sebagai perwakilan dari masyarakat kami akan menggali aspirasi masyarakat berupa masukan usul dari masyarakat.
“Aspirasi akan kami jaring dalam satu bulan sekali di RT/RW. Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat dan jika dalam menjalankan kepercayaan ini ada kekeliruan atau kesalahan kita dapat menyelesaikan secara bersama-sama untuk kepentingan pembangunan di Lewotanah kita tercinta ini”, katanya.
Tobias Tobi Ruron
(Penulis Pemula dan Guru Bimbingan Konseling Pada SMP Negeri Satu Atap Riangpuho, Warga Desa Painapang)
