Akses Keluar Masuk Kota Bima Lumpuh Total

suluhnusa.com_Kasus penembakan terhadap Bripka M. Yamin menimbulkan aksi pemblokiran jalan di beberapa wilayah Kabupaten Bima-Nusa Tenggara Barat. Kasus penembakan ini terjadi awal Bulan lalu di desa Leu-Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima-NTB.

Sebagai bentuk kekecawaan warga terhadap Kinerja kepolisian yang lambat dalam menangkap pelaku penembakan warga di enam desa se kecamatan Bolo, melakukan aksi pemblokiran jalan.

Akibatnya, akses keluar dan masuk Kota Bima lumpuh total. Banyak kendaraan yang antri menunggu aksi pemblokiran dibuka. Sudah hampir seminggu lebih, aksi pemblokiran jalan ini dilakukan warga.

Pihak kepolisian dari Polres Bima dan Bupati Bima yang datang ke Lokasi pemlokiran juga gagal membujuk warga.

Salah seorang warga yang meminta namanya tidak dikoran menjelaskan, saat Kapolres Bima turun ke lokasi pemblokiran, memberitahukan bahwa pelaku sudah ditangkap di Kabupaten Dompu. Akan tetapi pernyataan Kapolres itu tidak terbukti.

“Itu katanya. Kata Kapolres. Tetapi sampai dengan saat ini pelaku beklum ditangkap juga. Tidak ada bukti, ungkap pria paru baya tersebut.

Hal yang sama juga disesalkan warga terhadap keseriusan Kapolres da Bupati Bima dalam menuntaskan kasus ini. Bahkan, Bupati Bima yang turun ke lokasi juga tidak berhasil membujuk masyarakat.

“Bupati juga turun. Setelah satu minggu kasus penembakan baru dia turun. Selama ini kemana ? tegasnya.

Tercatat, aksi pemblokiran jalan ini terjadi di beberapa lokasi. Bahkan jalan alternatif menuju kota Bima juga di blokir warga.

Aksi ini dilakukan dengan membakar ban bekas ditengah jalan, dan memblokir jalan alterntif dengan menggunakan kayu bakar dan potongan pohon kelapa.

Bahkan di setiap gang dalam desa Leu, ditutup karangan bunga dengan tulisan, Turut Berduka Cita atas meninggalkan M. Yamin.

Penembakan polisi M. Yamin ini dilakukan oleh orang tak dikenal. Dia ditembak sebanyak empat kali dan tewas di tempat. Polisi yang merupakan anak asli Desa Leu, dan tinggal di RT.09 itu, ditembak awal bulan lalu.

Penembakan ini menyulut amarah wrga enam desa yakni, Desa Timu, Desa Leu, Desa Kananga, Desa Rato, Desa Rasabolo, dan Desa Tambe untuk melakukan pemblokiran jalan.

Dan aksi ini akan tetap dilakukan sampai pelaku penembakan di tangkap polisi. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *