suluhnusa.com_Mengadopsi anak itu lumrah, tetapi mengadopsi pohon itu luar biasa.Sistemnya sama, kita membeli pohon dengan harga yang sudah ditentukan, dipelihara dan menjadi bagian dari keluarga karena pohon yang diadopsi itu diberi nama sesuai dengan namamu.
Program adopsi pohon ini dilakukan Menteri Kehutanan Republik Indonesia H Zulkipli Hasan, SE, MM di Desa Selat, Kabupaten Buleleng, 30 Desember 2013 lalu. Bersama beberapa pejabat dari kementrian kehutanan dan pejabat daerah Kabupaten Buleleng, alhasil sekitar 40 pohon berhasil di adopsi.
Desa Selat yang memiliki hutan seluas 552 hektar ini turut berperan terhadap kelangsungan hidup manusia baik masyarakat di Desa Selat secara langsung maupun masyarakat dunia secara tidak langsung.
Secara langsung maksudnya denagn adanya hutan di desa Selat, maka penduduk Selat akan mudah mendapatkan sumber mata air, tidak seperti pada tahun 1980n yang sangat susah mendapatkan air. Sedangkan sebagai salah satu sumber kelangsungan hidup manusia di dunia karena huan merupakan paru-paru dunia.
Di samping memiliki hutan yang luas, Desa Selat memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan desa-desa tetangga bahkan di Indonesia sekalipun. Di Desa Selat telah digelar kegiatan yang disebut dengan adopsi pohon. Adopsi pohon ini layaknya mengadopsi anak, bisa diberikan nama dan diberikan perawatan sebaik-baiknya. Biaya untuk mengadopsi pohon ini adalah 150 ribu per pohon dan membayar biaya perawatan selama 10 tahun dengan biaya perawatan 50rb per tahun.
Disamping itu pohon yang telah di adopsi ini akan diberikan koordinat, sehingga nanti bisa disearching di internet. Oleh karenanya Menteri Kehutanan RI hadir guna meninjau kegiatan di desa Selat ini. Zulkipli mengatakan bahwa banyak yang harus ditiru dan dipelajadi di Desa Selat ini, melihat dari sosio budayanya dalam menjaga dan melestarikan hutan.
“Saya ke desa ini malah saya yag harus banyak belajar, banyak yang talah dilakukan di sini tetapi di tempat lain belum ada, bahkan Desa Selat merupakan desa satu-satunya saat ini yang menerapkan konsep adopsi pohon dan arisan pohon ini. Masyarakat di desa ini luar biasa, masyarakatnya sudah paham akan pentingnya menanam pohon, tidak seperti di tempat lain yang masih asing menanam pohon itu”, ungkap Zulkipli.
Dalam kegiatan ini lebih dari 40 pohon langsung diadopsi oleh para pejabat diantaranya oleh ditjen kehutanan, Komisi B kabupaten Buleleng, dan BRI. Tidak ketinggalan Menteri Kehutanan juga mengadopsi pohon sebanyak 5 pohon yang langsung dilakukan penanaman di halaman pura tempat pertemuan berupa pohon Kembang Rijasa dan di hutan berupa pohon Mangga Wani. Kegiatan adopsi pohon ini telah digagas sejak tahun 2012.
Pertemuan ini di samping dihadiri oleh masyarakat desa, juga dihadiri oleh para pengusaha peserta APIK yang diketuai oleh Gusti Putu Armada. Pihak APIK menyampaikan bahwa siap menampung hasil kayu yang nanti akan dihasilkan.
“Kebutuhan kayu dari APIK sangat besar yaitu 150rb-170rb kayu, sedangkan 80 persennya didatangkan dari luar Bali. Dengan demikian peluang Bali sangat besar. Rencana kami akan membuat warung kayu yang besar yang ber-SVLK yang akan digunakan untuk IKM-IKM di bali selatan maupun provinsi lain”, jelas Armada
Menurut Hesti Sagiri, dari Dinas Kehutanan Kabupaten Buleleng Di samping adopsi pohon, ada juga sistem arisan pohon. Kegiatan ini telah digagas sejak akhir tahun 2012.
“Desa Selat ini kita jadikan desa percobaan dan nanti kalo sudah berhasil akan bisa ditiru oleh tempat-tempat lain. Bahkan di Indonesia kegiatan adopsi dan arisan pohon ini hanya ada di Desa Selat ini”, jelas Hesti.
Memang penting untuk menanam pohon, sebab Pohon sesungguhnya bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Sebut saja, Pencegahan Erosi Tanah, pepohonan menyimpan air hujan dan air limpasan serta deposit tanah setelah badai; Pencegah Banjir,sebuah hutan yang baik akan mengontrol laju air, sehingga akan mencegah terjadinya banjir dan meningkatkan kualitas air; Produksi Oxygen (O2), sebuah pohon mampu memproduks i O2 yang mencukupi keperluan 10 orang untuk bernapas setiap tahunnya; Perosot Karbon, sebuah pohon menyerap dan menyaring karbon dioksida (CO2 ), yang merupakan penyebab utama terjadinya perubahan iklim, dengan demikian menanam pohon akan meningkatkan kualitas udara.
Selain itu pohon juga bermanfaat untuk, Konservasi Keanekaragaman Hayati, Keanekaragaman kehidupan di bumi, termasuk satwa, tumbuhan beserta habitatnya, dan juga seluruh proses alam penting bagi kehidupan umat manusia, khususnya dalam penyediaan
makanan, obat-obatan, udara bersih, air bersih; Keindahan Alam, Keindahan alam memberikan sebuah nilai potensi ekonomi yang salah satunya dikembangkan melalui ekowisata.
Nah, karena pohon bermanfaat demikian penting, maka Pohon pun mesti diadopsi layaknya mengadopsi anak. Demikian bukan.? (Ni Nyoman Sunuasih)

ayooo mari adopsi pohon
program ini sedang dijalankan oleh WWF dan beberapa lembaga NGO int lainnya..pohon memang pentingt..infomrmasi dalam tulisan ini semoga membuat banyak orang mau mengadopsi pohon..
memberi wawasan dan inspirasi…untuk kami yang berada di desa jauh dari kota..thanks..berita yang bagus..memberi ilmu pengetahun