LEWOLEBA – KARENA didesak massa Aksi FORMALEN, Pemda Lembata atas rekomendasi ASDP dilakukan uji coba sandar kapal Ferry di Pelabuhan Waijarang Kamis, 9 April 2026 batal.
Alasan Kapten KMP Ferry Ile Mandiri tidak bisa merapat ke Pelabuhan Waijarang karena arus kencang.
Anehnya, kesepakatan untuk uji coba sandar kapal di Pelabuhan Ferry Waijarang karena sudah diassesmen ASDP dan dinyatakan laik sandar.
Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir bersama rombongan didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, Drs. Yohanes Dedeo Arimon, aktivis FORMALEN Pedro Pito Lerek, Herry Tanatawa ASDP Perwakilan ASDP, Mandar hanya bisa menyaksikan KMP Ferry Ile Mandiri yang batal sandar. Mereka menyaksikan itu dari dermaga Ferry Waijarang.
Aktivis FORMALEN yang hadir saat itu kecewa karena merasa ditipu termasuk wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir.
Kapten KMP Ile Mandiri menolak melakukan uji coba dengan alasan arus laut yang kurang baik, padahal kondisi air laut dalam keadaan slack water, tenang dan ideal untuk olah gerak maupun sandar kapal.
Kapal akhirnya dibiarkan terapung di depan pelabuhan sekitar kurang lebih 200 meter sebelum mundur ke Pelabuhan Ferry Deri di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.
“Selama enam bulan, kami berupaya keras melakukan koordinasi dan menyiapkan segala teknis agar kapal bisa bersandar. Hasil sore ini jelas mengecewakan, karena upaya panjang pemerintah daerah belum membuahkan kepastian bagi masyarakat,” ungkap Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir.
Perwakilan ASDP Lembata, Nanda, menyatakan pihaknya sudah berupaya meyakinkan kapten dengan berbagai pendekatan teknis dan koordinasi lintas instansi, dan juga melaporkan kondisi terkini di pelabuhan Ferry Waijarang ke Kapten Kapal Ile Mandiri via hubungan telpon.
“Keselamatan kapal dan penumpang tetap menjadi prioritas. Kami sudah melakukan upaya maksimal, namun kapten tetap menolak karena arus laut,” jelasnya.
Pihak Syahbandar menerangkan metode sandar yang saat ini digunakan memiliki risiko tinggi, apalagi struktur mooring dolphin nomor 4 terlihat semakin miring setelah sebelumnya salah satu mooring dolphin ditabrak jatuh oleh Ferry milik ASDP beberapa waktu lalu.
Selain itu, uji coba sandar Kapal Feri dengan Ramp Door di Pelabuhan laut Lewoleba yang dijadwalkan terjadi Kamis, 9 April 2026 juga akhirnya gagal.
Gagalnya rencana uji coba sandar dengan ramp door oleh KMP Feri Ine Rie II, lantaran tidak diijinkan oleh Kementerian Perhubungan RI , padahal perwakilan syahbandar Lewoleba sudah mengajukan surat ijin kepada Pihak Kemenhub RI.
Sebelumnya, Kamis, 26 Maret 2026 di Lewoleba, Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Perhubungan resmi menjalin kesepakatan dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang tentang pelaksanaan uji coba sandar kapal feri dengan penggunaan ramp door di Pelabuhan Penyeberangan Waijarang.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam Berita Acara Kesepakatan yang ditandatangani pada Kamis, 26 Maret 2026, di Lewoleba, Kabupaten Lembata.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, Drs. Yohanes Dedeo Arimon, sebagai pihak pertama, dan Kepala Departemen Teknik dan Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, La Ode Fuad Haarman, sebagai pihak kedua.
Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan penyeberangan, khususnya melalui uji coba sandar kapal feri menggunakan ramp door, perbaikan fasilitas pelabuhan, serta peningkatan frekuensi pelayaran.
Berdasarkan isi kesepakatan, uji coba sandar kapal akan dilakukan setelah kajian teknis oleh pihak ASDP yang mengacu pada hasil survei di tiga titik, yakni Pelabuhan Penyeberangan Waijarang, Pelabuhan Laut Lewoleba, dan area Harnus (eks Plengsengan).
Langkah ini diharapkan dapat mendukung mobilisasi kendaraan yang selama ini masih terbatas.
Selama ini, kapal feri yang beroperasi di Pelabuhan Laut Lewoleba hanya melakukan sandar samping (side berthing), sehingga pelayanan masih terbatas pada naik turun penumpang.
Akibat kerusakan pelabuhan Ferry Waijarang ini harga bebeeapa baha pokok melonjak tinggi karwna persediaan terbatas. Juga pekerjaan jaringan listrik di Desa Dulir Kecamatan Atadei terganggu karena tiang listrik masih tertahan di maumere. +++sandro.wangak
