Seminggu Terakhir Listrik Sering Padam, Begini Penjelasan PLN Lembata

Saat ini kapasitas mesin di Lembata 8 MegaWatt dan ditambah lagi 2 MegaWatt sehingga saat ini kapasitas mesin menjadi 11...

LEWOLEBA – PEMADAMAN listrik di beberapa wilayah Kabupaten Lembata sejak Sabtu saat umat Katolik sedang merayakan Misa Vigili Paskah dan beberapa hari belakangan diakibatkan karena trafo PLN rusak.

Penyebabnya adalah gangguan benda asing termasuk pohon yang berada di lintasan jaringan.

Hal ini disampaikan manager ULP PLN Lembata, Thariq Adha, kepada suluhnusa.com, 8 April 2026 di ruangan kerjanya.

Thariq menjelaskan pemadaman listrik secara tiba-tiba tersebut bukan faktor sengaja. Pihaknya juga tidak menginginkan adanya pemadaman listrik secara tiba tiba apalagi saat perayaan hari besar keagamaan.

“Pemadaman tiba tiba itu terjadi diluar kendali PLN. Karena kerusakan trafo PLN yang disebabkan oleh benda asing atau faktor eksternal umumnya  yang memicu kestabilan aliran arus sehingga menyebabkan sistem secara otomatis menghentikan arus. Dan gangguan itu terjadi secara berulang sehingga isolasi trafo PLN bocor dan mengalami kerusakan. Dan kita sudah ganti dengan trafo yang baru”, ungkap Thariq.

Disinggung tentang benda asing yang kerap mengganggu aliran listrik, Thariq menjelaskan, binatang seperti ular, tikus, cicak, burung, atau musang seringkali masuk ke area gardu listrik atau tersangkut pada bushing trafo. Hewan ini dapat menyebabkan hubung singkat (korsleting) antara fasa-fasa atau fasa-tanah, yang memicu percikan api dan kerusakan fatal pada trafo.

Selain itu dahan pohon yang menimpa jaringan kabel di dekat trafo dapat menyebabkan kabel terkelupas atau putus, yang mengakibatkan gangguan pada aliran listrik ke trafo.

Lebih jauh Thariq mengungkapkan pemadaman secara tiba tiba akibat gangguan benda asing pada jaringan tidak hanya merugikan konsumen tetapi juga pihak PLN. Sebab trafo rusak dan mengakibatkan kerugian dari segi bisnis.

Untuk itu ia meminta pemahaman dan dukungan  dari masyarakat Lembata agar bersama sama menjaga dan memelihara jaringan.

“Mohon dukungan dari masyarakat Lembata agar sama sama menjaga jaringan dengan merelakan pohonya dipangkas atau ditebang pada jalur lintasan jaringan. Jika masyarakat tidak bisa menebang sendiri bisa menghubungi pihak PLN untuk membantu. Jarak aman pohon dengan  jaringan minimal. 3-5 meter”, tutur Thariq.

Pihaknya memohon maaf kepada masyarakat Lembata atas pemadaman tiba tiba yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

Tambahan mesin dan interkoneksi jaringan

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Lembata, ULPL (Unit Layanan Pusat Listrik) Maumere – Lamahora telah mendatangkan mesin baru berkapasitas 2 MegaWatt.

“Ya mesin baru sudah tiba. Kapasitas 2 Mega Watt untuk mendukung pelayanan listrik di Lembata”, ungkap Thariq.

Saat ini kapasitas mesin di Lembata 8 MegaWatt dan ditambah lagi 2 MegaWatt sehingga saat ini kapasitas mesin menjadi 11 MegaWatt. 

Saat ini demikian Thariq, jaringan seluruh Lembata sudah terhubung semua, interkoneksi dengan ULPL Lamahora, sehingga listrik di Buyasuri dan Omesuri tidak lagi mengalami pemadaman.

“PLTD di Kedang sudah Off. Jaringan sudah terinterkonelsi dengan ULPL pembangkit Lamahora”, tegas Thariq.

Ia berharap dengan hadirnya mesin pembangkit baru dan jaringan yang sudah terinterkonelsi ini dapat meningkatkan pelayanan listrik di Lembata menjadi lebih baik. +++sandro.wangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *