Sial, Uang Leonardus Puluhan Juta Raib Dari Rekening Bank NTT, Laporan Ditolak Polisi

SULUH NUSA, LEMBATA – ROSI Leonardus, yang menjadi nasabah Bank NTT selama 23 tahun, sejak tahun 2000 mengalami nasib sial di tahun 2023. Sebab, uang tabungan sebanyak Rp. 21 juta raib dari rekeningnya di Bank NTT Cabang Lewoleba, 21 September 2023.

Soalnya, ketika Nasabah Leonardus Rosi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Bank NTT Cabang Lewoleba mendapat respon yang kurang baik. Bahkan dirinya berusaha untuk mengadukan persoalan ini ke pihak kepolisian Resort Lembata  dirinya ditolak dengan alasan menunggu penelusuran transaksi internal Bank NTT dan hasil laporan ke Bank NTT Pusat.

Leonardus yang sudah kehilangan uang di Bank NTT Cabang Lewoleba dan pihak kepolisian yang tidak menerima laporan, mengaku kecewa dan bingung.

Rosi mengaku Uang miliknya itu disimpan untuk biaya pendidikan anaknya yang sedang kuliah di ITN Malang.

“Uang itu saya simpan untuk biaya Pendidikan anak saya yang sedang kuliah di ITN Malang. Uang sudah raib dari rekening. Orang Bank tidak mau bertanggungjawab. Saya juga bingung kenapa polisi tidak mau menerima laporan saya. Saya kecewa. Saya menyesal sudah menyimpan uang di Bank NTT”, ungkap Leonardus Rosi didampingi istrinya kepada wartawan di halaman Mapolres Lembata, 22 September 2023.

Menurut Rosi, bukti rekening koran dan jumlah saldo terakhir sudah diserahkan kepada pihak kepolisian.

Dari rekening koran yang didapat dari pihak Bank NTT Cabang Lembata, ditemukan ada sekitar 12 transaksi mencurigakan yang tidak dilakukan oleh dirinya pada tanggal 21 September 2023 tengah malam.

Secara kronologis Rosi menuturkan, dirinya hendak melakukan transaksi melalui ATM Bank NTT tetapi ditolak karena mendapat notifikasi Saldo tidak cukup.

“Tadi pagi, karena saya mau ambil uang di ATM ditolak, karena dana anda tidak cukup, mau ambil Rp500.000 untuk keperluan makan minum, uang tinggal Rp128.000 saja,” ungkap Rosi Leonardus di Lewoleba, Jumat 22 September 2023.

Rosi menuturkan, di hari Selasa 19 September 2023, dia melakukan penarikan uang disalah satu ATM Bank NTT di Kota Lewoleba sebanyak Rp500.000 dengan menyisakan saldo di rekeningnya sebesar Rp21.184.383.

Namun di hari Jumat 22 September 2023 sekitar pukul 10.00 WITA, ketika Rosi kembali melakukan penarikan, transaksi tidak bisa dilakukan karena saldo rekeningnya tersisa Rp128.000.

“Di tanggal 19 kemarin juga saya tarik Rp500.000 dan saldonya Rp21.184.383 tapi tadi pagi waktu mau tarik tidak bisa karena saldo sudah kurang jauh menjadi Rp128.000,” ujar Rosi kesal.

Lebih jauh Rosi mempertanyakan sistem keamanan di Bank NTT.

“Saya meragukan sistem keamanan di Bank NTT. Saya menduga Pencuri di dalam bank atau orang dari luar. Sementara yang tau data diri termasuk PIN orang bank tau. Kode dan nomor rekening orang bank yang tau. Kalau bukan orang bank bekerjasama dengan penjahat dibank bagaimana mungkin bisa hilang?”, ungkap Rosi.

Dia lalu membandingkan pelayanan  Bank BRI dan Bank NTT.

“Kalau bank BRI mereka ganti. Ini bank NTT kenapa bertele tele begini? Kita tidak bisa makan lagi karena uang sudah tidak ada. Saya sangat menyesali itu karena orang bank tidak mau bertanggungjawab”, ungkap Rosi yang juga ASN di Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Lembata.

Rosi dengan nada tinggi mengatakan kejadian ini bukan penipuan tetapi kejahatan perbankan.

Kepala Bank NTT Cabang Lembata, Obaja Lak’apu, dikonfirmasi Suluhnusa.com (weeklyline media network), 22 September 2023 menjelaskan pihaknya sudah mendapat pengaduan dari nasabah yang bersangkutan dan sedang melakukan penelusuran.

“Sore kk, ijin sementara ditelusuri, nanti kita update”, ungkap Obaja melalui pesan WhatsApp kepada SuluhNusa.Com, 22 September 2023 sore. +++

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *