Jelang Tahun Baru, Polres Lembata Gelar Razia 24 jam

suluhnusa.com – Kepolisian Resort Lembata, NTT, menggelar rapat koordinasi Operasi Lilin Tutangga 2016. Hadir dalam kesempatan itu, Seluruh pastor Paroki di gereja prioritas, pendeta, imam masjid, tokoh agama dan tokoh masyarakat Serta instansi terkait lain.

“Dalam rangka rakor pengamanan Natal 2016, kami undang komponen masyarakat seperti Pastor Paroki, Pendeta, Imam Masjid, Ketua MUI Lembata, Pramuka, Kepala Bandara, Kasat Pol PP, Danramil, Camat serta Dina’s Perhubungan dan Brimob untuk berkoordinasi. Kami sudah menyiapkan jumlah personnel yang akan diterjunkan di lapangan, termasuk jumlah lokasi yang akan di PAM. Bukan hanya kepolisian saja bertugas mengamankan Natal dan Tahun Baru, saya berharap dukungan dan bantuan masyarakat,” ujar Kapolres Lembata, AKBP. Arsdo P. Simatupang saat membuka kegiatan Rakor di aula Rapat Mapolres Lembata.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Lembata menyebutkan pengamanan Natal dan Tahun Baru tahun 2016 semakin ditingkatkan seiring peningkatan ekskalasi sosial politik National.

Selain menggelar razia cipta kondisi, pihaknya akan mensterilisasi gereja yang akan menggelar Misa maupun kebaktian malam Natal dan tahun baru, disamping pintu keluar masuk Bandara dan pelabuhan laut.

“Kita antisipasi kelompok-kelompok radical yang selama ini meneror kamtibmas maupun kebhinekaan hidup berbagsa dan bernegara. Peningkatan pengamanan dilakukan di bandara, pelabuhan laut. Pantau orang asing dan tidak dikenal, dideteksi Dari awal. Tamu wajib lapor RT atau pemerintah Desa 1×24 jam,” ujar Kapolres.

Simatupangpun meminta Pemilik hotel dan kos-kosan, melaporkan ke polisi jika mencurigai muka baru dan orang tidak dikenal. Ia juga meminta Umat yang akan mengikuti misa Natal tidak membawa tas berukuran besar atau ransel.

“Selain itu, untuk menjamin kenyamanan saat Natal dan Tahun Baru, kami melakukan razia cipta kondisi, seperti Miras, petasan yang dijual diluar ketentuan, Razia juga digelar di tempat hiburan malam, sehingga saat pelaksanaan misa atau kebaktian, mohon bantuan himbau umat jangan bawa tas besar. Kalau ada hal mencurigakan tolong segera disampaikan,” ujar Kapolres Simatupang.

Plotting pengamanan Natal dan Tahun Baru dilaksanakan di lokasi sejak 24, 25 dan 26 December dan 31 Desember sampai tahun Baru. Pengamanan dilakukan di 113 gereja protestant dan katolik. DiPrioritaskan di 18 gereja di dalam kota dan Kecamatan Nubatukan, dengan melibatkan 298 personel.(sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *