suluhnusa.com_Pilkades merupakan sarana sirkulasi elit dan transfer kekuasaan di tingkat lokal. Dalam konteks ini Pilkades diharapkan secara langsung membuat masyarakat mengerti akan hak dan kewajibannya. Pilkades adalah suatu moment dimana masyarakat mengerti posisi mereka sebagai warga dalam percaturan politik di desa tersebut. Dimana terjadi proses interaksi antara rakyat dan pemerintah sebagai wujud adanya demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Dimaklumi bersama, Pilkades tidak sesederhana apa yang kita bayangkan. Mulai dari proses, hasil hingga pasca kegiatan Pilkades adalah satu kesatuan yang utuh dan erat terkait di dalam menentukan arah dan agenda enam tahun ke depan ke mana desa tersebut akan dibawa.
Ketua Badan Pemusyawaratan Desa, Desa Jontona, Raymundus Key Labamaking mengungkapkan demokrasi desa adalah bingkai pembaharuan terhadap tata pemerintahan desa atau hubungan antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa, (BPD) dan elemen-elemen masyarakat desa yang lebih luas. “Saya hendak mengedepankan argumen bahwa desa harus dibela dan sekaligus harus dilawan dengan demokrasi,” ungkap Raymond.
Mengapa desa harus dibela, tetapi juga harus “dilawan”? Demokrasi itu tumbuh di Desa oleh karena itu harus dibela bahwa Desa juga bisa mengedepankan demokrasi dalam pilkades. Juga Desa harus dilawan,. Karena banyak pihak menganggap desa hanya bagian kecil saja, oleh karena itu pilkades tak perlu mengedepankan proses demokrasi.
Dan benar apa yang disampaikan oleh Raymond, Ketua BPD Jontona tersebut. Buktinya, Pemilihan Kepala Desa Jontona periode 2004-2019 berproses secara demokratis. Bahwa proses demokrasi yang baik akan menghasilkan pemimpin yang baik pula. Ini yang disadari benar oleh seluruh elemen masyarakat Desa Jontona.
Pemilihan kepala desa Jontona dijadwalkan berlangsung awal Desember 2013, tetapi proses demokrasi pilkades Jontona saat ini sedang berjalan. Beberapa minggu lalu, ketiga Calon kepala Desa Jontona, yakni Nikolau Ake, Nikolaus Kesawu dan Pius Dokan sudah memaparkan visi dan misi dihadapan BPD dan masyarakat desa Jontona.
“Kami ingin mencatat sejarah di desa ini bahwa pilkades Jontona dilakukan layaknya pesta politik yang sesungguhnya. Karena ini sebuah bentuk pendewasaan politik terhadap masayarakat. Oleh karena itu, proses di mulai dari pendaftaran, seleksi calon, pengumuman calon, pemaparan visi misi, penetapan nomor urut. Dan yang lebih penting adalah sebelum hari H pencoblosan akan diadakan debat para calon. Debat ini yang penting. Dan satu-satunya pesta demokrasi Pilkades di Kabupaten Lembata yang memasukan jadwal Debat adalah Desa Jontona. Ini pertama di Lembata,” tegas Raymond.
Soal debat, lanjut Raymond, akan dihadiri Bupati Lembata yang diwakili olek BPMD Kabupaten Lembata, Pihak kepolisian, Pemantau dari Kecamatan dan beberapa wartawan juga diundang untuk meliput. Oleh karena itu, dirinya berharap agar kegiatan Debat yang akan dilaksanakan pada 29 November 2013 mendatang dapat berjalan dengan baik.

Raymond menjelaskan, dari ketiga Bakal Calon yang sudah lolos seleksi menjadi Calon kepala desa Jontona dengan visi misi yang sudah ada dan akan dilanjutkan dengan debat ini, diharapkan agar masyarakat desa Jontona bisa memberikan hak pilih bukan berdasarkan kedekatan emosional tetapi lebih rasional agar mampu menghasilkan pemimpin yang benar-benar merakyat.
Dalam debat nanti menurut Raymond, akan dipandu oleh mantan Ketua BPD Desa Jontona, Sultan Aly Geroda yang juga Jurnalis suluhnusa.com ini, bisa memandu jalannya debat dengan tidak mengakomodir pertanyaan-pertanyaan subyektif menyangkut privasi dan subyektivitas ketiga calon.
“Saya berharap agar masyarakat bias bertanya dengan pertanyaan obyektif menyangkut visi misi dan arah pembangunan yang diusung ketiga Calon Kades.
Dalam memahami demokrasi di tingkat lokal ini, kita tidak boleh terjebak pada seremonial, prosedur dan lembaga yang tampak di permukaan. Prosedur dan lembaga memang sangat penting, tetapi tidak mencukupi. Yang lebih penting dalam demokrasi adalah proses dan hubungan antara rakyat secara substantif.
“Pemilihan kepala desa penting tetapi yang lebih penting dalam proses politik sehari-hari yang melibatkan bagaimana hubungan antara Pemerintah Desa, BPD, Lembaga Kemasyarakatan Desa dan masyarakat,” tegas Raymond.
Sekedar diketahui bahwa, Desa Jontona merupakan desa adat yang terletak di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata-NTT, dengan jumlah penduduk sekitar 1300 jiwa dan dengan pemilih potensial sebanyak 600-an pemilih. (sandro wangak)

Bravo Pamane
terimakasih ade..salam