Wajah Kota Kupang Di Rumah Alang-Alang

suluhnusa.com_Ternyata bantuan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang disalurkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI, sampai saat ini belum juga dinikmati oleh wargaKota Kupang Nusa Tenggara Timur. 

Yulius Tua (56) warga RT 06/RW 03 Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang, tinggal di rumah beratap alang-alang dengan ukuran 2×3 meter. Kepada suluhnusa.com dia mengaku bersama beberapa keluarga sudah lama memasukan berkas untuk menerima bantuan rumah ke pihak Kelurahan. Namun sampai saat ini mereka belum mendapat respons.

Tua juga merasa rendah diri dengan kondisi rumahnya yang seperti ini karena sebagian besar tetangganya memiliki rumah permanen yang bagus dan mewah. “Kami malu dengan tetangga-tetangga kami yang rumahnya bagus sehingga pada saat kami mendengar bahwa ada bantuan rumah dari pemerintah pusat, kami pun merasa senang, tetapi pada saat bantuan itu datang kok kami belum dapat,” kata Yulius Tua.

“Kondisi rumah kami ini juga kalau pada saat hujan tiba, sering kemasukan air akibat bocor di bagian atap rumah yang sebagiannya sudah rusak,” keluhnya. 

Ayub berharap bantuan rumah dari pemerintah pusat itu harus benar-benar diberikan kepada warga yang memiliki kondisi rumah seperti miliknya dan tiga orang tetangga lainnya. 

Rumah alang-alang di Kelurahan Belo, Kota Kupang.
Rumah alang-alang di Kelurahan Belo, Kota Kupang.

Inilah wajah Indonesia dari Kota Kupang. Ternyata sejak 68 tahun Indonesia Merdeka masih banyak anak bangsa yang belum sepurnah terlayani program bantuan kesejahteraan untuk warga miskin.  Seperti halnya yang dialami Yulius Tua (56) warga RT 06/RW 03 Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Lelaki lajang ini keseharian hidupnya hanya menempati gubuk kecil berukuran 2X3 meter persegi , beratapkan alang-alang. Jarak tempat tinggalnya dengan Ibu Kota Provinsi NTT hanya 2 kilo meter atau 10 menit ke pusat kota.

Begitu pula kondisi tempat tidurnyapun amat memprihatinkan karena baik siang maupun malam hari ia hanya tidur dengan beralaskan plastik bekas. Sejak bertahun-tahun ini, Yulius hanya mempertahankan hidup dengan berkebun jagung dan singkong, juga sedikit bantuan beras miskin dari Pemerintah Kota Kupang.

Namun untuk tahun 2013 ini Yulius mengaku tidak mendapatkan lagi Beras miskin untuk warga miskin karena namanya telah dicoret dari daftar penerima bantuan Raskin. “Biasanya saya dapat Raskin, tapi 2013 ini tidak dapat  karena informasi dari Ketua RT bahwa nama saya tidak terdata lagi sebagai warga miskin 2013,” jelas Yulis dikediamannya.

Secara terpisah Ketua RT 06 Kelurahan Bello, Yusup Tuan suluhnusanet  juga menyatakan kekesalnya. Sebab ada sejumlah warga yang miskin tetapi daftar namanya dicoret dari daftar penerima raskin 2013.

“Ini yang saya pertanyakan, banyak warga saya yang secara khasat mata terlihat kurang mampu secara ekonomi tetapi nama dicoret dari daftar penerima bantuan Raskin,”Ungkap Yusup. 

Sementara itu Lurah Bello melalui Sekretaris Lurah Demianus Benu,SH di ruang kerjanya 03 Mei 2013 lalu menjelaskan, untuk 2013 ini secara Nasional jumlah warga miskin penerima bantuan Raskin di Bello sebanyak 202 sedangkan sisanya 104 masuk daftar tungggu untuk di mendapat surat keputusan dari Pemerintah Kota agar bisa diakomodir dalam APBD.

“Memang saat ini hanya secara Nasional untuk kelurahan Bello hanya 202 yang diakomodir dalam daftar Raskin, sedangkan sisanya masuk daftar tunggu,” Jelas Benu. Sementara itu , informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya pada Dinas Sosial Kota Kupang menyebutkan, sampai akhir 2012 lalu jumlah rumah tangga sangat miskin (RTSM) Kota Kupang sebanyak 2718 kepala keluarga. (Goris Takene)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *