suluhnusa.com – Pengaruh globalisasi telah menyebabkan generasi muda semakin jauh dari nilai-nilai budaya dan kecintaan terhadap warisan seni tradisionalnya .
Untuk membendungnya, Angkatan Muda Adonara Jakarta (AMA Jakarta ) dengan kesadaran dan inisiatif tulus kembali meramaikan Jakarta dengan mengadakan Pentas Seni dan Budaya tradisional Adonara pada tanggal 10 Desember 2016 di Menteng,Jakarta Pusat.
“Pentas seni ini sebenarnya merupakan momentum persaudaraan antara keluarga Adonara pada khususnya dan seluruh diaspora NTT pada umumnya dan sebagai ajang melestarikan kebudayaan sekaligus mempromosikan budaya kita,”ungkap Ketua Umum.Miky Atakelan dalam sapaan pembukaannya.
Walau dengan susa payah panitia berhasil menggelar kegiatan pentas seni ini agar mempererat rasa persaudaraan.
“Dengan waktu yang terbilang singkat,kami juga mampu mengembangkan kreatifitas kami sebagai orang muda Adonara untuk menjalankan kegiatan ini.Ada banyak persiapan yang kami lakukan mulai dari persiapan dari kelompok arisan Adonara dan beberapa komunitas pemuda NTT se-Jabodetabek dalam mengisi acara kemarin,selebihnya kami hanya kesulitan dari sektor financial dalam mengoperasikan kegiatan ini,” ungkapnya.
Diakui tidak mudah memulihkan kesadaran para generasi muda untuk tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan sendiri karena sekarang kita sudah dirasuki akan budaya luar yang boleh dibilang lebih modern dibanding budaya kita sendiri.Ini merupakan apresiasi yang luar biasa kepada AMA Jakarta yang telah berupaya membendung sekaligus menjaga eksistensi kebudayaan kita.
Pentas seni ini diikuti juga oleh beberapa komunitas daerah,seperti Kemadabaja dengan membawakan Tarian Baleo (Paus) yang merupakan motif khas masyarakat Lembata sendiri.Para undangan kelihatan terkesima ketika melihat penampilan dari anak muda Lembata ini.Ruangan kelihatan penuh waktu tarian tersebut,sekitar 300 orang yang ada di dalam gedung itu berteriak histeris ketika melihat gerakan kaki dan tangan bersama dentumaan gong dan gendang ikut memanaskan situasi menjadi lebih bernuansa kedaerahan.
“Kami melakukan hal ini dari segala kekurangan, tanpa bantuan dari siapa-pun dan kami yakin dan percaya bahwa yang kami lakukan ini adalah hal yang baik untuk Lembata,”kata salah seorang koordinator tarian Baleo Choky Ratulela”.
Sementara itu Flores Timur hadir dengan musik klasiknya yang tidak kalah menariik dengan alunan musik klasik dan lirik daerah yang membuat para penonton ikut memukau.kegiatan pensi ini sangat menarik dengan dilengkapi berbagai busana daerah,tarian,puisi dan musik daerah yang sekaligus ikut andil dalam menyukseskan kegiatan pensi di malam itu.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang turnamen futsal AMA Cup 11 yang telah terselenggara beberapa bulan yang lalu. (ignaspati)
