​​Bangga, Kenobo Koli Di Kepala Tamu Harnus2016

suluhnusa.com – Suasana Gala Diner Hari Nusantara 2016 yang digelar di Hotel Palm terlihat meriah dan apik. Selain meriah, apik juga terkesan anggun dalam budaya Lamaholot.

Tampil menggunakan kenobo koli, mahkota sederhana dari daun lontar, Gubernur NTT, Frans Leburaya berbicara tentang budaya penangkapan Ikan Paus di Kampung Lamalera.

Leburaya mengungkapkan, banyak orang bertanya tanya ketika Lembata ditetapkan sebagai puncak kegiatan Hari Nusantara.

“Di Lembata ada apa ? pertama pasti ada manusia. Kalau ada manusia hidup disuatu daerah berarti ada sesuatu yang menarik. Di Lembata ada penangkapan Ikan Paus. Yang ditangkap setiap tahun. Ini budaya. Ini nilai gotongroyong. Entah ditangkap oleh sepuluh atau duabelas orang, hasil tangkapan itu akan dibagi kepada semua warga. Ini nilai budaya. Harus dijaga. Menangkap paus dengan alat tradisional. Ini nilai semangat juang. Semangat gotongroyong. Ini yang harus dijaga,” ungkap Leburaya.

Leburaya dihadapan tamu dan undangan, meminta kepada Menteri dalam Negeri agar menjadikan budaya penangkapan Ikan Paus Lamalera sebagai even tahunan yang dikelolah oleh Kementrian Pariwisata.

Gala Diner tersebut, selain Jagung bose dan Jagung rebus serta ikan bakar dan sayur rumpu rampe, ada hal menarik dan patut diberi apresiasi. Pasalnya, semua tamu undangan termasuk Mendagri Tjahjo Kumolo, Dewan Kelautan, Gubernur NTT, Penjabat Bupati Lembata dan pejabat kementrian lainnya mengenakan kenobo koli (pengikat kepala dari daun lontar) asli Budaya Ile Ape.

Kenobo koli adalah semuah mahkota sederhana. Serimng dijadikan aksesori penari hedung di kepala. Kenobo (mahkota sederhana) yang terbuat dari koli lolong (daun lontar) atau kobo (janur). Kenobo, entah dari daun lontar atau janur yang hanya mempunyai satu simpul saja disebut kenobo tara ehak (satu tanduk), dan pemasangannya di kepala selalu dengan posisi simpul di jidat atau dahi. Kenobo dapat pula dibuat dalam simpul depan belakang, yang dalam penempatannya, simpulan pangal berada dijidat.

Dan ternyata ketika tamu dan undangan Harnus2016, menggunakan kenobo koli asli budaya Ile Ape, ruangan Gala Diner semakin semarak dan anggun dalam balutan budaya. Bangga.(sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *