KALABAHI — Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melki Belly, S.Sos., M.Si., mengingatkan jajaran Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Budi Artha Mandiri agar tidak mengabaikan kepercayaan anggota yang menjadi fondasi utama keberlangsungan koperasi.
Pesan tersebut disampaikan Melki Belly saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Reformasi ke-16 KSP Budi Artha Mandiri yang dipusatkan di Kantor Cabang Mola, Kabupaten Alor, Jumat (28/8/2026), Sore.
Menurut Belly, perjalanan 16 tahun KSP Budi Artha Mandiri merupakan usia yang patut disyukuri sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan lembaga tersebut.
“16 tahun adalah perjalanan yang patut disyukuri karena usia ini sesungguhnya menunjukkan adanya ketekunan, adanya kepercayaan anggota, kerja keras dari para pengurus, pengawas dan manajemen Koperasi Simpan Pinjam Budi Artha Mandiri,” kata Belly dalam sambutannya.
Ia berharap momentum tersebut menjadi titik penting bagi KSP Budi Artha Mandiri untuk semakin dewasa, profesional, sehat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya.

“Harapan kita bersama adalah semoga di usia yang ke-16 ini menjadi momentum untuk koperasi semakin dewasa, semakin profesional, semakin sehat dan semakin bermanfaat bagi anggota,” ujarnya.
Belly menegaskan, ukuran keberhasilan sebuah koperasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya aset maupun keuntungan yang berhasil dihimpun.
Menurut dia, indikator utama justru terletak pada seberapa besar koperasi mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan para anggotanya.
“Koperasi bukan sekadar tempat untuk menyimpan dan mengambil uang saja. Koperasi itu sesungguhnya merupakan wadah gotong royong ekonomi. Di mana kekuatan anggota dihimpun untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Ia mengingatkan, koperasi boleh memiliki aset besar dan keuntungan yang tinggi. Namun, seluruh capaian tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan anggota.
“Koperasi boleh punya banyak aset di mana-mana, koperasi boleh punya keuntungan yang miliaran hingga mungkin triliunan rupiah, tetapi koperasi harus memiliki manfaat bagi kesejahteraan anggota, bagi kemandirian anggota,” kata Belly.
“Kalau anggota tidak mandiri dan tidak sejahtera, maka prinsip utama untuk kesejahteraan tidak tercapai. Koperasi memiliki aset yang besar, memiliki keuntungan yang besar, tetapi harus berdampak bagi anggota,” lanjutnya.
Belly juga secara khusus menyoroti persoalan kepercayaan anggota.
Menurutnya, semakin besar jumlah anggota sebuah koperasi, semakin besar pula tanggung jawab pengurus dan manajemen untuk menjaga kepercayaan tersebut.
Kepercayaan sesungguhnya adalah modal besar dari koperasi. Saya percaya koperasi Budi Artha akan menjadi besar karena anggotanya banyak. Dan anggota yang banyak itu sesungguhnya memberikan kepercayaan kepada koperasi, ujarnya.
Karena itu, ia meminta pengurus dan pengawas menjadikan kepercayaan anggota sebagai modal utama dalam menjalankan organisasi.
“Kepercayaan dari anggota sesungguhnya adalah modal terbesar dari maju mundurnya koperasi. Maju-mundurnya sebuah koperasi terletak bagaimana anggota percaya kepada koperasi,” tegasnya.
Belly sekaligus mendorong KSP Budi Artha Mandiri memperkuat tata kelola kelembagaan melalui prinsip transparansi, akuntabilitas serta pelayanan yang cepat dan ramah.
Dalam kesempatan tersebut, Belly juga mengingatkan anggota agar memanfaatkan fasilitas pinjaman koperasi untuk kebutuhan yang produktif. Ia menilai pinjaman koperasi idealnya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif sehari-hari, tetapi diarahkan untuk kegiatan ekonomi yang mampu menghasilkan pendapatan.
“Bukan zamannya lagi meminjam uang di koperasi untuk memenuhi kebutuhan makan minum. Kalau hanya sekadar untuk makan tiap hari, maka dampaknya tidak ada,” katanya.
Menurut Belly, pinjaman harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan prioritas dan kegiatan produktif yang dapat memberikan dampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.
“Kita pinjam uang di koperasi, tetapi kita juga harus berusaha. Berusaha di berbagai sektor kehidupan masyarakat, sehingga setiap bulan kalau koperasi menagih, ya kita sudah punya uang,” ujarnya.
Ia berharap KSP Budi Artha Mandiri tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan anggota, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Pengurus KSP Budi Artha Mandiri, Roni Adang, dalam laporannya mengatakan, perayaan HUT ke-16 tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Menurut Roni, rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus ruang refleksi terhadap pencapaian dan berbagai tantangan yang dihadapi KSP Budi Artha Mandiri selama perjalanan 16 tahun. Sejumlah kegiatan digelar dalam rangka HUT tersebut, di antaranya Open Turnamen Sepak Bola Budi Artha Mandiri Cup 2026 yang berlangsung 2-27 Agustus 2026 di GOR Batunirwala Kalabahi.
Selain turnamen sepak bola, rangkaian kegiatan juga diisi hiburan dan doorprize, penyerahan trofi serta penghargaan kepada para juara, pemerintah daerah dan panitia pertandingan, hingga pengumpulan donasi untuk korban bencana di Flores.
“Semua kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Reformasi KSP Budi Artha Mandiri ke-16 Tahun 2026 ini menelan biaya Rp800 juta yang bersumber dari keuangan KSP Budi Artha Mandiri,” kata Roni.
KSP Budi Artha Mandiri juga memberikan bantuan sebesar Rp200 juta kepada korban bencana di Pulau Flores sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang terdampak musibah.

Puncak perayaan HUT juga menjadi momentum pemberian bonus kepada tim-tim yang meraih prestasi dalam Budi Artha Mandiri Cup 2026.
Gaza Moru sebagai juara pertama menerima hadiah Rp50 juta dan trofi bertabur emas. Juara kedua, Budi Artha Mandiri FC, memperoleh Rp35 juta, sementara ATL United sebagai juara ketiga menerima Rp25 juta.
Mola FC yang menempati posisi berikutnya mendapatkan hadiah Rp15 juta.
Selain itu, pemain terbaik, pencetak gol terbanyak atau top scorer, serta suporter terbaik masing-masing memperoleh bonus Rp1 juta.
Panitia juga memberikan plakat penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Alor, wasit, pekerja media, komentator dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen.
Salah satu pengawas KSP Budi Artha Mandiri, Daud Abel, menekankan pentingnya kejujuran, disiplin dan semangat kerja dalam membangun lembaga.
Menurut Daud, tiga hal tersebut menjadi salah satu fondasi yang membuat KSP Budi Artha Mandiri mampu bertahan dan berkembang selama 16 tahun.
“Kami bekerja di Budi Artha tidak perlu orang pintar. Selama ini kita berjalan, hanya ada semangat kerja dan jujur melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” ungkap Daud.
“Budi Artha tidak perlu andalkan banyak orang pintar untuk bekerja di lembaga ini. Kita bekerja hanya andalkan kejujuran, disiplin dan semangat kerja,” lanjutnya.
Ia menyebut prinsip tersebut telah menjadi bagian dari upaya seluruh karyawan dan karyawati dalam membesarkan KSP Budi Artha Mandiri di Alor, Pulau Pantar hingga Kupang.
Sementara itu, Manajer KSP Budi Artha Mandiri, Nasir Plaikari, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-16 telah berjalan dengan baik.
Menurut Nasir, momentum HUT menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menyatukan komitmen dalam mengembangkan koperasi ke depan.
“Kita semua ramai-ramai berkumpul di Kantor Mola untuk mensyukuri semua rangkaian kegiatan di puncak acara HUT ke-16 KSP Budi Artha Mandiri tahun 2026,” katanya.
Nasir mengungkapkan, KSP Budi Artha Mandiri juga tengah menyiapkan pengembangan lembaga ke sejumlah wilayah di NTT, termasuk Soe, Kefamenanu, Atambua, Malaka dan Semau. Bahkan, pihaknya menargetkan KSP Budi Artha Mandiri dapat hadir di seluruh 22 kabupaten/kota di NTT.
“Kita rencana ke depan, Koperasi Budi Artha akan hadir di 22 kabupaten/kota se-NTT. Maka perlu adanya kolaborasi semua elemen, baik pemerintah daerah dan DPRD saling mendukung,” tegas Nasir.
Ia mengatakan ekspansi tersebut akan tetap membawa semangat yang menjadi identitas KSP Budi Artha Mandiri.
“Kita akan terus menebarkan sayap, terbang tinggi sesuai lambang kita, burung elang membuka sayap siap terbang ke mana saja, dengan moto kita: Bersama Budi Artha, Membangun Kemandirian NTT,” pungkasnya.+++
j.k
