MANGGARAI – Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Flores pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026.
Guncangan tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai, termasuk Kecamatan Reok dan Reok Barat. Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto, S.A.P., M.H., membenarkan adanya korban jiwa akibat gempa tersebut. Ia mengatakan, proses pendataan dan evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
“Benar bang. Untuk sementara masih kami update dan lakukan evakuasi,” kata Ipda Joko saat di Hubungi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, delapan orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kecamatan Reok dan Reok Barat.
Lima Korban di Kecamatan Reok Di Kecamatan Reok, korban yang dilaporkan meninggal dunia yakni: Resny, 21 tahun, perempuan, karyawan Pepen Cell, beralamat di Gumbang, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.
Faisal, 42 tahun, laki-laki, warga Lingkungan Bari, Kelurahan Reo. Habibi, 7 tahun, pelajar, warga Lingkungan Bari, Kelurahan Reo.
Ruslin Ahmad, 61 tahun, petani, warga Kampung Batok, Desa Salama. Hamide, 70 tahun, warga Kampung Ojang, Desa Robek.
Sementara itu, di Kecamatan Reok Barat, tiga korban dilaporkan meninggal dunia, yakni Mustamin, 65 tahun, nelayan; Rinto Harahap, 45 tahun, nelayan; dan Bunga Sari, 40 tahun, ibu rumah tangga. Ketiganya merupakan warga Dusun Langkas, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat.
Masih Ada Korban Tertimbun Selain korban yang telah terdata, petugas masih melakukan pencarian terhadap dua orang yang dilaporkan tertimbun material bangunan. Masing-masing berada di dalam rumah milik Hubertus Titi dan Jhoni G. Plate.
Tim gabungan masih berupaya melakukan evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa. Pelayanan Medis Dipindahkan ke Lapangan Dampak gempa juga membuat sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.
Tembok bangunan RS Pratama Reo dan Puskesmas Reo dilaporkan mengalami retak. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan, pelayanan medis sementara dipindahkan ke Lapangan Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok.
Tim medis dari RS Pratama Reo dan Puskesmas Reo kini memberikan pelayanan kepada masyarakat di lokasi tersebut.
Kapolsek Reo menegaskan bahwa perkembangan jumlah korban masih terus diperbarui. Data yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara karena proses pencarian, evakuasi dan pendataan warga terdampak masih berlangsung.
Sementara di Kota Maumere Kabupaten Sikka dilaporkan dua orang korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan ruang tunggu pelabuhan Lorens Say.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Evakuasi Korban Gempa Flores masih terus dilakukan oleh tim SAR dan relawan.
Rilis data, Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04:58:23 WIB wilayah Flores, Nusa Tenggara timur diguncang gempa bumi tektonik.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7.7 pada kedalaman 15 km.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,41° LS; 121,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 Km arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.+++
goe.t/bonito
