Wisatawan Asing Java Lava Group Mendaki 4 Gunung di Flores, Salah Satunnya Gunung Dengan Pemandangan Paling Eksotic

Selama berada di Gunung Uyelewun ini wisatawan di suguhkan pemandangan eksotic di puncak dengan kabut yang kerap memberi sensasi sendiri. 

LEMBATA – Pemerintah Daerah Lembata kembali menjadi sorotan wisatawan mancanegara. Kali ini, Grup Java Lava tiba di Bandara untuk memulai petualangan trecking  ke sejumlah gunung ikonik di Flores NTT.

Kehadiran mereka disambut langsung oleh Rosalia Erna F. S. Ruing, Ketua SNKB Lembata sekaligus mantan PNS yang kini aktif di Usaha Perjalanan Wisata sebagai Tour guide.

Dengan senyum ramah, Rosalia menjemput rombongan di area kedatangan. Ia memastikan setiap tamu merasa nyaman sejak langkah pertama di Lembata.

“Kami ingin wisatawan merasakan kehangatan masyarakat lokal, bukan sekadar menikmati panorama alam,” ujarnya.

Petualangan Gunung Ikonik Flores Timur – Lembata

Grup Java Lava dijadwalkan melakukan trecking ke beberapa gunung terkenal.

Dimulai dari Gunung Boleng – dikenal dengan puncak menantang dan panorama laut Flores. Di puncak  Gunung Boleng wisatawan akan menyaksikan kuda liar yang asyik merumput, bisa bermain congklak yang dikenal peninggalan leluhur.

Usai Gunung Boleng wisatawan dijadwalkan  mendaki gunung Uyelewun – gunung megah yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Lembata. Selama berada di Gunung Uyelewun ini wisatawan di suguhkan pemandangan eksotic di puncak dengan kabut yang kerap memberi sensasi sendiri.



Gunung Ile Werung juga menjadi sasaran pendakian wisatawan ini. Gunung Ile Werung menawarkan jalur pendakian dengan pemandangan kawah eksotis.

Dan terakhir mereka akan menjajal trecking Gunung Ile Ape. Gunung ini sedang erupsi dengan menawarkan sensasi ajaib mereka menyaksikan erupsi dari dekat dengan mengutamakan keselamatan. Gunung berapi aktif ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan petualang.

Selain itu, rombongan juga akan mengunjungi Lamarela Village, desa nelayan tradisional yang terkenal dengan budaya menangkap ikan paus secara adat.

Di sana, wisatawan akan melihat langsung kehidupan masyarakat pesisir yang masih menjaga tradisi leluhur.

Erna Ruing menegaskan bahwa kehadiran Tour guide bukan hanya soal teknis perjalanan, tetapi juga jembatan budaya.

“Wisatawan perlu memahami cerita di balik setiap gunung dan desa. Itulah yang membuat perjalanan mereka lebih bermakna,” katanya.

Dengan pengalaman panjang sebagai mantan PNS dan kini aktif di Usaha Perjalanan Wisata sebagai Tour Guide, Rosalia mampu mengemas perjalanan wisata menjadi lebih edukatif.

Ia tidak hanya memandu jalur trekking, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai lokal yang melekat pada setiap destinasi.

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq,. S.P menyampaikan apresiasi atas kedatangan Grup Java Lava yang memilih Lembata sebagai destinasi petualangan.

Menurutnya, momentum ini menjadi bukti bahwa Lembata semakin dikenal dunia internasional.

“Kehadiran wisatawan mancanegara adalah energi baru bagi daerah. Pemerintah berkomitmen memperkuat infrastruktur, promosi, dan kualitas layanan agar Lembata semakin siap menjadi destinasi unggulan,” tegasnya.

Selain sektor pariwisata petualangan, Bupati juga menyoroti potensi wisata berbasis masyarakat.

Ia menegaskan bahwa nelayan, petani, dan peternak akan dikemas dalam konsep wisata tani yang membuka peluang pasar bagi produk unggulan daerah.

“Produk lokal seperti jagung titi akan menjadi daya tarik tersendiri. Wisata tani bukan hanya memperkenalkan hasil bumi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.



Kedatangan Grup Java Lava menjadi bukti bahwa Flotim dan Lembata semakin dikenal sebagai destinasi petualangan. Kehadiran wisatawan mancanegara memberi dampak langsung pada ekonomi lokal: hotel, homestay, restoran, hingga jasa transportasi merasakan manfaatnya.

Rosalia berharap momentum ini bisa terus dijaga dengan promosi yang lebih terarah.

“Semakin lama wisatawan tinggal, semakin banyak nilai rupiah yang berputar di masyarakat. Ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga kesejahteraan masyarakat dan daerah,” tegasnya.+++


ivan.java.lava/sandro.wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *