KNPI Jangan Ganggu Ketenangan UNTRIB

suluhnusa.com_Wakil Rektor III Universitas Tribuana Kalabahi, Yusak Tausbele, SH.,M.Hum dan Jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untrib serta Sejumlah Mahasiswa Untrib Kalabahi melakukan aksi bisu di lokasi kampus tepatnya di pintu gerbang masuk kampus, Senin, (29 Juni 2015.

Terlihat jelas saat para aktivis KNPI Alor Dony M. Mooy dan rekannya saat berhadapan WR.III Yusak Tausbele disaksikan ratusan mahasiswa Untrib Kalabahi yang terlihat hening suasan pagar betis pada pintu gerbang masuk kampus dengan membawa dua poster dengan tulis “BEM Untrib Menolak Demontrasi KNPI Alor dan jangan Usik Ketenangan Kami”.

Kedatangan KNPI Alor bertujuan memberikan dukungan pernyataan sikap dari KNPI kepada Pihak Kampus namun semua itu tidak tercapai, yang mana pernyataan sikap dari KNPIsaat di serahkan oleh ketuanya Dony Mooy kepada pihak kampu untrib yang di wakili Yusak Tausbele, tidak menerima pernyataan tersebut.

Wakil Direktur Untrib Kalabahi, Yusak Tausbele, saat ditemui awak media terkait penolakan pernyataan sikap dari DPD KNPI Alor mengungkapkan pihaknya tidak punya kepentingan apa-apa dank juga tidak perna ada hubunbgan kerjasama yang mengikan antara kami.

Tausbele mengatakan, kampus Untrib Kalabahi bukan seperti lembaga publik lainnya dalam mengambil satu keputusan untuk publik umum, apabila ada lembaga atau organisasi yang datang dan melakukan aturan organisasinya dan kemauan pribadinya seperti ini, pihak kampus sendiri tidak memahami apa tujuan dia sebenarnya, karena hingga saat ini pihak kampus tidak ada hubungan dengan organisasi-organisasi lain terutama KNPI.

Dalam dunia akademis dengan etikanya maka kehadiran KNPI di depan Gerbang Kampus tadi kami tidak menanggapi dengan brutal dan bringes, karena kampus merupakan negara kecil maka tidak serta merta sesuka hati semua orang masuk dan membuat onar di kawasannya.

Kepercayaan kampus yang diberikan pada Yusak Tausbele berhasil menaklukkan keinginan para pendemo itu hingga pernyataan sikap tidak dapat dibacakan juga hingga kembali dibawah oleh pihak KNPI sendiri.

“Saya tidak bisa menerima pernyataan tersebut karena kami tidak punya dasar hubungan kerja,”’jelasnya. (iwan kamaleng)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *