LEWOLEBA, Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nonato Da Purifacacao Sarmento menekankan terkait pentingnya menjaga eksistensi kelembagaan Bawaslu pada masa non tahapan.
Hal ini disampaikan dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Tingkat Provinsi NTT, Rabu (04/06).
Rakor yang diikuti seluruh Ketua dan Anggota serta Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota Se – NTT via zoom ini,
Nonato menyampaikan pentingnya edukasi kepemiluan kepada pemilih secara partisipatif dimasa non tahapan.
“Bawaslu terus lakukan kegiatan, baik direncanakan pada DIPA maupun non budget (inovasi) dimasa non tahapan ini. Semua kegiatan yang dilakukan agar terus dipublikasikan. Kita harus kreatif membuat konten – konten yang berkaitan dengan demokrasi”. Ungkap Nonato.
Lanjut Nonato dalam penjelasannya terkait lahirnya Perbawaslu 3 Tahun 2022, ada pergeseran perubahan paradigma pengawasan yang pada pelaksanaan Pemilu/Pemilihan sebelumnya menjadi tanggungjawab divisi pengawasan, namun pada Pemilu/Pemilihan 2024 pengawasan melekat pada semua divisi, maka ada PIC pada setiap tahapan. Nonato juga mengingatkan agar semua dokumen pengawasan bisa dikumpulkan dan diarsipkan secara baik.
Senada dengan Ketua, Anggota Bawaslu NTT James Welem Ratu menyampaikan terkait kegiatan yang harus dilakukan pada masa non tahapan. James menekankan penting nya peningkatan sumber daya manusia kelembagaan Bawaslu.
“Dengan tidak adanya tahapan baik Pemilu maupun Pemilihan (non tahapan), terus lakukan pembenahan SDM kelembagaan. Tingkatkan kapasitas masing – masing dengan perbanyak diskusi – diskusi, evaluasi dan pendalaman terhadap regulasi”. Ungkap Kordiv Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu NTT ini.
Sementara Kepala Sekretariat Provinsi NTT Ignasius Jani meminta agar rakor penguatan ini, semua wajib memahami tupoksi kerja masing – masing. Dia berharap baik komisioner maupun sekretariat sudah memahami tugas dan fungsinya masing – masing.
“Kita semua wajib memahami tugas dan fungsi kita masing – masing. Apa yang harus dilakukan oleh komisioner dan apa yang harus dilakukan oleh sekretariat sehingga tidak terjadi tumpng tindih dalam pelaksanaannya”. Jelas Ignas Jani.
Selaku Kepala Sekretariat, Ignas Jani meminta agar Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT dan Kabupaten/Kota untuk terus memberikan dukungan dalam pelaksanaan program kegiatan oleh Komisioner pada masing – masing divisi.
Narasumber Kegiatan hari ini mengadirkan narasumber dari Kalangan akademisi diantaranya adalah Dr.Hamzah H. Wulakada dan Dr. Rudi Rohi yang dimana membahas materi terkait redesain kegiatan inovatif dan kreatifitas bagi Bawaslu di masa Non tahapan
Pentingnya Penguatan kelembagaan Untuk Bawaslu Lembata
Ketua Bawaslu Lembata Thomas Febry Bayo Ala bersama Anggota Bawaslu Lembata Muhammad Rifai Dan Indah Purnama Dewi mengikuti Rakor dimaksud melalui Daring.
Thomas Febry sebelum mengikuti kegiatan ini, menyampaikan bahwa terselenggaranya rakor ini sangat penting guna pembinaan dan penguatan kelembagaan Bawaslu dalam persiapan pelaksanaan Pemilu/Pemilihan mendatang.
“Kegiatan ini sangat penting yakni mengevaluasi pelaksanaan Pemilu/Pemilihan sebelumnya dan dengan pembinaan dan penguatan yang dilakukan, dapat meningkatkan kinerja kelembagaan Bawaslu dalam menjalankan tugas fungsi pengawasan baik di masa non tahapan maupun tahapan Pemilu/Pemilihan nanti”. Ungkap Febry.+++all.one/hbl
