LEWOLEBA – BANYAK petugas jaga malam di RSUD Lewoleba mengalami diare akibat konsumsi snack basi. Bukan saja basi tetapi snack yang disiapkan untuk para perawat, bidan, satpam dan sopir yang bertugas malam hari di RSUD Lewoleba tidak layak dan jauh dari standar makanan bergizi.
Kasihan, petugas kesehatan harusnya diperhatikan kesehatanya melalui makanan yang bergizi ternyata tidak berlaku di RSUD Lewoleba.
Mereka yang bertugas pada malam hari baik perawat, bidan, Satpam dan Sopir ambulance disuguhkan sebotol aqua 300 ml, sepotong roti, dan sepotong Ubi goreng, rempal dan buavita. Bahkan ditemukan kolak yang sudah basi.
Alhasil petugas jaga malam yang konsumsi snack tersebut mengalami diare berhari hari. Bahkan dehidrasi dan diserang penyakit maag.
Suguhan snack yang tidak layak ini bukan saja untuk para tenaga medis perawat, bidan, Satpam dan sopir tetapi juga untuk para dokter. Mirisnya, untuk dokter yang bertugas untuk snack hanya disuguhkan aqua gelas.
Kondisi ini diperparah lagi dengan Ubi goreng yang berminyak padahal tenaga medis yang bertugas malam hari butuh asupan makanan yang bergizi.
Salah seorang bidan yang meminta namanya tidak tulis kepada SuluhNusa.Com, 22 Mei 2024, mengakui dirinya beberapa hari lalu sempat diare karena mengkonsumsi kolak yang sudah basi
“Bukan saya saja. Banyak kawan kawan yang alami itu. Diare, karena kolak sudah basi”, ungkapnya.
Peristiwa ini memicu keluhan dan protes. Petugas medis yang bertugas malam hari sudah mengaduh ke Direktur RSUD Lewoleba, drg. Yoseph Freinandemets Pain. Sayangnya, belum ada tindakan apapun terkait persoalan ini.
“Pengaduan terkait Snack malam untuk para petugas medis yang bertugas pada malam hari di RSU Lewoleba tahun ini sangat tidak layak. kolak (kadang sudah basi) kadang ubi goreng, padahal dibanding tahun sebelumnya, seperti susu, telur, dan mie instan. Hal ini kami sudah perna diadukan ke direktur, tapi belum ada tindaklanjut. Pernah ada petugas yang sudah pernah melaporkan ke direktur tapi seolah-olah saling melempar tanggungjawab, karena ada dugaan penyedia snack adalah keluarga dari salah satu kepala bagian di RSUD Lewoleba”, ungkap petugas medis lainnya yang juga meminta namanya tidak ditulis.
Berdasarkan penelusuram wartawan pihak ketiga yang menyediakan snack malam di RSUD Lewoleba adalah CV. Dakara Prima dengan alamat di Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape Timur. Yoseph Wimston Daton Rau, sebagai direktur yang diduga masih ada hubungan keluarga dengan Kepala Ruangan Gizi di rumah sakit tersebut. Diketahui total pagu anggaran pengadaan snack tahun 2025 Rp. 390.235.920,00.
Direktur RSUD Lewoleba, drg. Yoseph Freinandemets Paun, kepada wartawan di ruangan kerjanya, 23 Mei 2025 mengakui ada keluhan dari petugas medis terkait snack basi tersebut.
Dirinya menerima banyak keluhan terkait snack yang basi tersebut sejak satu bulan terakhir dan pihaknya sudah memanggil pihak ketiga.
“Kami mendapat keluhan dari petugas malam. Memang ada snack yang basi. Kolak misalnya tapi itu karena waktu makan sudah dini hari. Kami sudah panggil pihak ketiga tapi karena alasan kedukaan dalam keluarga sehingga pihak ketiga baru memenuhi panggilan kami tadi pagi, 23 Mei 2025”, ungkap drg. Yos Paun.
Menurutnya, niat pihak ketiga dengan menyediakan menurut bervariasi setiap hari adalah baik agar para petugas tidak bosan dan menggerakkan ekonomi UMKM tetapi ada keluhan dari petugas sehingga akan diperbaiki.
“Baru ditemukan satu bulan terakhir. Kami tidak bisa mengabaikan keluhan itu. Karena pengeluhan itu datang dari mereka yang alami. Memang kita tidak bisa memuaskan selera semua orang. Kita sedang cari jalan keluar karena apa yang dilakukan oleh pihak ketiga sudah sesuai menu dalam kontrak. Memang ada addendum akan tetapi belum bisa dilakukan karena PPK baru saja meninggal”, ungkap drg. Yos Paun.
Untuk diketahui PPK yang menangani kontrak penyediaan snack bagi petugas. Alam di RSUD Lewoleba adalah Almarhum Frengky Doren yang baru saja meninggal karena serangan jantung.
“Kita belum bisa addendum karena PPK baru saja meninggal. Sebagai manusia kita hargai peristiwa duka ini. Ini force mayor sehingga belum bisa addendum secepatnya termasuk merubah menu snack”, jelas Yos Paun.
Sementara itu, untuk menyelesaikan persoalan ini, Kepala ULP Lembata, Johni Purab menjelaskan untuk mengangkat PPK yang baru adalah kewenangan pengguna anggaran bukan kewenangan PPK.
“Bukan kewenangan kami. Pa Direktur sebagai pengguna anggaran yang memiliki kewenangan mengangkat PPK berdasarkan dafar yang sudah disebarkan oleh kami sesuai kualifikasi”, ungkap Johni.
Menurut Johni, Direktur RSUD segera mengangkat PPK baru pengganti almarhum Frengky Doren agar bisa melakukan addendum dalam kontrak tersebut.
“Hanya itu solusinya. Angkat PPK baru. Itu kewenangan Kuasa pengguna anggaran salam hal ini Direktut RSUD Lewoleba, drg. Yoseph Freinandemets Paun”, ungkap Johni.
CV. Daraka Prima sebagai pihak ketiga yang menyediakan snack ini belum memberikan klarifikasi kepada wartawan.+++sandro.wangak
