suluhnusa.com_Negara Indonesia dijadikan contoh bagi negara di dunia dalam penerapan leadership khususnya di bidang blue ekonomi.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Kelautan dan perikanan Syarief Cicip Raharjo dalam pertemuan Internasional Pengelola Kawasan Konservasi Perairan di Benoa, Selasa 16 September 2014.
“Blue ekonomi itu konsep untuk menggunakan sumber daya lautnya secara efisien tanpa limbah artinya sumber daya itu bisa digunakan sampai batasan nol tanpa limbah,” paparnya.
Lanjutnya konsep yang mengedepankan laut bersih tanpa limbah ini harus benar-benar dijaga oleh masyarakat. Karena seperti diketahui ditengah laut terkadang banyak sampah, oleh karenanya tugas semua lapisan masyarakatlah agar jangan sampai mengotori laut dan mencemarinya dengan limbah, imbuhnya.
Selain point tersebut, faktor lainnya adalah menjaga ekosistem keberlangsungan mahkluk hidup seperti terumbu karang. Karena itu dengan akan disahkannnya UU Kelautan yang baru yang direncanakan di sahkan pada tanggal 29 September mendatang.
UU yang baru ini nantinya akan mengatur tata ruang kelautan. Seperti diketahui Indonesia baru memiliki UU Kelautan No 1 tahun 2007 yang mengatur batas wilayah laut hingga 12 mil.
“Namun dengan UU Kelautan yang nantinya akan mengatur batas wilayah laut hingga 200 mil, ZTE dan laut lepas,” pungkas dia. (kresia)
