FLORES TIMUR – Kabar kematian Rosalia Rerek Sogen (30) dalam serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Mereka memohon agar jenasah korban dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Penyergapan KKB yang menewaskan Guru Rosalia Rerek Sogen dan mengakibatkan korban luka berat dan ringan terjadi di Distrik Anggruk, pedalaman Papua.
Rosalia berasal dari Desa Persiapan Bantala, Kecamatan Lewolema. Dia mendedikasikan diri sebagai guru di pedalaman Papua sejak tahun 2022 silam.
Beberapa hari sebelum kejadian naas itu Rosalia sempat mencari tau informasi biaya pendidikan S2 pada sahabatnya.
Saat kejadian itu salah seorang dari kelompok tersebut mendapati salah seorang ibu guru (Guru Rosalia Sogen) di depan pintu rumah dan langsung menikamnya.
Menurut keluarga, Emanuel Suban Sogen (32), keluarga berfirasat buruk tentang Rosalia saat menyimak pemberitaan media massa. Waktu dan tempat kejadian yang diuraikan sesuai dengan tempatnya merantau.
Keluarga besar korban, termasuk warga Flores Timur secara umum, berharap jenazah Rosalia Rerek Sogen dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Bantala.
“Kami keluarga sangat memohon bantuan, tolong pulangkan almarhum,” pinta Emanuel dilansir dari TribunFlores.com.
Berkut identitas korban penyergapan KKB di Yahukimo
Guru Meninggal Dunia adalah Rosalia Rerek Sogen, lahir 26 januari 1995
Umur 29 Tahun asal Flores Timur
Luka Berat
1. Fidelis De Lena, lahir 7 September 1993
Umur 32 Tahun
2. Kosmas Paga lajir 7 April 1996 Umur 29 Tahun
Luka Ringan
1. Vantiana Kambu lahir 17 Februari 1993
Umur 32 Tahun
2. Dionisia Taroci More, lahir 13 Mei 1997
Umur 27 Tahun
3. Penus Lepi lahir 27 Juni 1992
Umur 33 Tahun
Tenaga Kesehatan
Luka Berat
1. Irmawati Nenobahan lahir 7 Mei 1998 Umur 26 Tahun
Diberitakan sebelumnya oleh banyak media mainstream dan akun-akun media sosial bahwa ada 6 guru dikabarkan meninggal akibat serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat, 21 Maret 2025. faktanya adalah cuman 1 orang meninggal dunia atas nama Rosalia Rerek Sogen, 3 orang luka berat, 3 orang luka ringan dan lainnya dalam keadaan selamat.
“Memang benar ada Aksi penyerangan dilakukan KKB dengan membakar sekolah SD YPK Anggruk dan rumah guru. Jumlah pelaku diperkirakan sebanyak kurang lebih 15 orang dengan dilengkapi senjata berupa senjatatajam parang maupun senjata api. mereka merusak jaringan komunikasi / starlink yang berada di Distrik tersebut, sehingga komunikasi terputus dan hanya bisa berkomunikasi dgn jaringan warga yang berada di Distrik Ubalihi.
Saat kejadian itu salah seorang dari kelompok tersebut mendapati salah seorang ibu guru (Guru Rosalia Sogen) di depan pintu rumah dan langsung menikamnya.
Setelah melakukan aksi penikaman, kelompok tersebut melakukan pengrusakan terhadap perumahan guru, selanjutnya mereka menuju Puskesmas Anggruk dan kembali melakukan pengerusakan terhadap Puskesmas Anggruk. kelompok tersebut menuju ke arah bangunan sekolah dan kembali melakukan pengerusakan, kemudian mereka kembali ke perumahan guru dan melakukan pembakaran terhadap perumahan guru tersebut.
Total korban mencapai 9 Orang, tapi hanya 1 guru yang meninggal, faktanya, selama 2 hari para guru tertahan di Kampung Anggruk karena terkendala transportasi.
Nama Tenaga Guru :
1. Fidelis De Lena, Laki-laki, Suku NTT / Timor, pekerjaan tenaga guru.
2. Kosmas Paga, Laki-Laki, Suku NTT / Timor, pekerjaan tenaga guru.
3. Penus Lepi, Laki-Laki, Suku Papua / Kimyal (Yahukimo), pekerjaan tenaga guru.
4) Doinisiar Taroci More, perempuan, Suku NTT/Flores, pekerjaan tenaga guru.
5) Vantiana Kambu, perempuan, Suku Papua (Sorong), pekerjaan tenaga guru.
6) Paskalia Peni Tere Liman, perempuan, Suku NTT/Flores, pekerjaan tenaga guru.
7) Rosalia Rerek Sogen, perempuan, Suku NTT/Flores, pekerjaan tenaga guru.
8)Lenike Saban, perempuan, Suku NTT/Flores, pekerjaan tenaga guru.
9) Irmawati Nenobahan, perempuan, Suku NTT/Timor, pekerjaan Tenaga Kesehatan.
9 korban penyerangan KKB di Distrik Anggruk berhasil dievakuasi ke Jayapura pada Minggu 23 Maret 2025 oleh Tim Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III menggunakan Pesawat Caravan dan Pilatus dari Anggruk dan tiba di Sentani sekitar pukul 14.30 WIT. para guru dibawa menggunakan ambulans ke RS Marthen Indey Jayapura, sementara luka ringan dibawa ke RSUD Yowari Sentani.
Kejadian ini dibenarkan oleh Wakil Bupati Yahukimo, Esau Miran yang mengawal langsung proses evakuasi. Turut berdukacita atas meninggalnya guru Rosalia Rerek Sogen dari Lewotala,Flores Timur NTT.+++SN
