Kaya Hasil Bumi, ABAD Siap Dimekarkan

suluhnusa.com_Alor Barat Daya (ABAD) memiliki sejumlah potensi, seperti mutiara, emas.

Selain itu ada kayu, batu, pasir, dan berbagai kekayaan alam lainnya, akan tetapi berbagai kekayaan alam tersebut selama ini masih menjadi kebanggan dan belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Karena memiliki potensi alam yang kaya ini, Alor Barat Daya layak dan siap untuk dimekarkan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo disela kunjungan kerjanya ke Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), Senin 23 Juni 2014.

Dalam arahannya Djobo mengatakan bahwa kecamatan Alor Barat Daya sangat berpeluang untuk dimekarkan karena berdasarkan aturan bahwa sebuah kecamatan setidaknya memiliki 10 desa, dan khusus untuk kecamatan ABAD telah memiliki 19 Desa dan 1 Kelurahan, dan ini belum terhitung 10 desa baru yang nantinya akan terbentuk.

Untuk itu kepada semua masyarakat ABAD ia meminta untuk mempersiapkan diri. Terkait dengan hal tersebut, ia juga berharap agar masyarakat tidak mempermasalahkan wilayah tempat ibu kota kecamatan, karena yang terpenting saat itu dengan dimekarkannya kecamatan akan terciptanya percepatan pembangunan.

Selain menyampaikan hal tersebut, Djobo juga mengumumkan sejumlah rencana pembangunan infratstruktur yang akan dilakukan di Kecamatan ABAD, diantaranya tahun ini ia telah mengalokasikan dana RP. 4,2 miliar untuk pengaspalan jalan moru – Buraga.

Tahun ini juga menurutnya beberapa ruas jalan lainnya akan diperhatikan oleh pemerintah, seperti pembongkaran jalan dari Lerabain menuju Mataru Utara, serta pembongkaran jalan Kuifana menuju Iameli.

Untuk wilayah Buraga, lanjut Djobo, tahun ini juga akan dibangun sebuah PLTS terpusat. Selain infrastruktur jalan, Djobo juga menyampaikan bahwa ia telah membangun kesepakatan dengan pihak Telkomsel untuk membangun dua tower signal di daerah ABAD.

Diharapkan dengan hadirnya tower tersebut isolasi komunikasi di wilayah pantai selatan ABAD bisa terbuka.

Menurutnya, ABAD memiliki sejumlah potensi, seperti mutiara, emas, kayu, batu, pasir, dan berbagai kekayaan alam lainnya, akan tetapi berbagai kekayaan alam tersebut selama ini masih menjadi kebanggan dan belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Untuk itu kepada masyarakat, ia berharap agar mau membuka diri terhadap masuknya investor dari luar untuk mengelola kekayaan alam yang ada, karena nantinya juga akan bermanfaat bagi masyarakat.

Menutup sambutannya, ia juga berjanji akan memberikan bantuan 1000 sak semen untuk melanjutkan pembangunan rabat jalan Buraga – Kuifana.

Sementara untuk ruas jalan Moru – Pintu Mas, ia juga menyampaikan bahwa telah mengalokasikan dana Rp 250 juta untuk perbaikan.(iwankamaleng)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *