Menangkap Udang di Laut Tembere

suluhnusa.com_Kalau ada yang kagum setengah mati tentang keindahan laut Tembere , maka dialah Habibuddin seorang jurnalis Freelance. Kalau  sudah bicara pantai, biasanya betah  berjam-jam karena kondisi fisik tidak cocok didaerah dingin.

Kalau bertualang di laut, ia bisa berlama-lama, tak pernah merasa bosan sambil menulis ide di HP. Inilah liburannya yang  paling berkesan saat ditengah terjangan arus ujung depan yang dinaiki secara spontan berteriak “Subhaanallah” Ungkap Habib.

Dari kejauhan garis-garis pantai  dekat dengan tebing-tebing sebagian area dangkal, terumbu karang dan ikan-ikan ‘berlomba’ memamerkan keelokannnya. Jajaran pasir memang menghiasi bibir ‘lantai’ pantai Kecamatan Keruak Lombok Timur.

Bagi Habib, perjalanan  selama 2 jam tak terlalu ‘menyiksa’ karena sajian panorama membanggakan “Sumpah enggak nyesel dateng kelaut Tembere!” berulang kali komentar itu terucap dari Habib. Tanpa terasa, kapal beringsut mendekati bibir pantai.

Paling menyenangkan dan dinikmati ia  tidak saja dihadapkan dengan kecantikan laut tapi hasil tangkapan dari para nelayan setempat, seperti Lobster, cumi-cumi. Bagi  kuli tinta ini yang dilihatnya  adalah  keindahan lukisan tangan Sang Pencipta.

Keunikan dan pesona laut Lombok Timur khususnya memberikan kekhasan tersendiri untuk dikelola sebagai objek wisata, sedangkan potensi perikanan budidaya Lobster, cumi, dan rumput lautnya dan lain-lain merupakan salah satu aset yang sangat penting dijaga dan dikembangkan.

Untuk itu kami minta keterangan dari para pedagang, Amruddin megatakan “ para nelayan disini (dusun Tembere, Lungkak, dan lainnya) megenai pendapatan cuma pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari bahkan megalami kekurangan.”

Berbagai perogram penanggulangan kemiskinan berbagai pendekatan cukup gencar dilakukan oleh pemerintah sementara penurunan angka kemiskinan relative masih lamban.

Orang tinggal Lungkak lanjutnya untuk memeneuhi alat-alat seperti perangkap Lobster kadang mereka meminjam kepedagang untuk membeli perlengkapan keramba nantinya pembayaran dengan barang, keluh Amru

Amru melanjutkan, dengan perlengkapan yang sederhana ini yang dipasang berjarak dua kilo dari daratan lumayan mendapatkan tangkapan, perhari bisa puluhan ikan Lobster.

Tentunyadukungan para pegusaha, stakeholder, untuk meningkatkan penghasilan para nelayan guna megurangi angka kemiskinan marjinal di Negeri kita ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *