SULUH NUSA, LEMBATA – Janin dalam kandungan Margaretha sampai berita ini ditulis, 3 Oktober 2023, Pkl. 20.46, Wita masih tertahan dalam kandungan, padahal sudah diberikan obat perangsang oleh dokter sejak dinyatakan meninggal kemarin, 2 Oktober 2023.
Pasangan suami Istri, Stefanus dan Margarteha awalnya diliput bahagia akhirnya dirundung duka. Keinginan mereka untuk memiliki momongan pupus lantaran janin dalam kandungan Margaretha dinyatakan meninggal. Sayangnya, janin itu masih dalam kandungan sang Ibu.
Pihak RSUD Lewoleba kemudian menyatakan janin berusia 6 bulan itu telah meninggal dunia. Meninggalnya Janin didalam kandungan ini menyisahkan catatan buram.
Janin berusia 6 bulan, buah cinta Margareta Paulina Siba, 20 tahun, dengan pasangan Stefanus Blawa Buran, 22 tahun, Selasa (2/10/2023) dinyatakan meninggal dunia setelah ibunya mengeluh janin didalam perutnya itu tidak bergerak.
Satu hari sebelumnya, Senin (1/10), Ibu hamil itu dilarikan dari Desa Liwulagang, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, NTT menuju RSUD Lewoleba, setelah sang suami mengetahui buah hatinya itu tidak bergerak lagi.
Gabriel Buran, ayah Stefanus Blawa Buran, kepada wartawan di Lewoleba, Selasa, 3 Oktober 2023 menyebut, menantunya itu rajin mengikuti Posyandu bagi ibu hamil. Namun jadwal USG pada tanggal 25 September lalu gagal dilakukan karena bidan desa Liwulagang masih mengikuti pesta. Dalam kurun waktu yang sama, ibu hamil ini sakit.
“Kami sayangkan sikap Bidan Desa dan Kepala Desa Liwulagang yang abai hingga cucu kami yang masih berusia 6 bulan dalam kandungan ini meninggal dunia,” ungkap Gabriel.
Ia mengaku khawatir, pihak RS masih menggunakan perangsang guna mengeluarkan janin. Ia mengkhawatirkan keselamatan ibunya.
Pihak keluarga berharap, pihak RSUD Lewoleba dapat dengan sigap menyelamatkan sang ibu yang cukup lama menyimpan janin yang telah meninggal di dalam kandungan itu.
Sementara bagian Pelayanan RSUD Lewoleba mengaku pihaknya masih berkoordinasi dengan Dokter ahli yang menangani sang pasien guna memberi gambaran proses medis menyelematkan sang Ibu.
Direktur RSUD Lewoleba, drg. Yoseph Freinandemetz Paun, melalui Kabid Pelayanan, Dominicus Mali yang dikonfirmasi wartawan di ruangan kerjanya, 3 Oktober 2023 mengaku sudah mendapat laporan terkait pasien ibu hamil gawat darurat di ruangan operasi.
Dan sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapat laporan terkait tindakan yang diambil oleh dokter selain dengan obat perangsang.
“Sudah diambil tindakan dengan memberilan obat perangsang agar janin yang meninggal iti bisa keluar normal. Tentu dokter lebih tau soal ini. Nanti penjelasan lebih lanjut denga dokter yang bertanggungjawab. Kami konsultasi dengan dokter dulu biar mereka yang memberikan penjelasan medis. Nanti kami hubungi setelah berkonsultasi dengan dokter yang bertanggungjawab”, jelas Mali.
Diinformasi janin dalam kandungan Margaretha sampai berita ini ditulis Pkl. 20.46 Wita masih tertahan dalam kandungan, padahal sudah diberikan obat perangsang oleh dokter sejak dinyatakan meninggal kemarin, 1 September 2023.+++hosea/sandro.wangak
