Jika Tidak, Belu Tetap Terpinggir

suluhnusa.com_ Sebab, pendidikan yang bertumbuh dan berkembang dengan diapit dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin canggih ini, perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Jika tidak, Belu tetap menjadi yang terpinggir.

Adalah tepat jika Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Save the Children wilayah Nusa Tenggara mengadakan Festival Lomba Membaca tingkat Kabupaten Belu yang diadakan di Aula Santu Dominikus Emaus, Jumat 16 Mei 2014 itu, dibuka secara resmi oleh Asisten 3 Setda Belu, Doktor Ulu Emanuel, Ph.D.

Tujuan diadakannya Festival Lomba Membaca tingkat Kabupaten Belu ini adalah, agar anak-anak usia sekolah (PAUD dan SD) dapat ditingkatkan mutu pendidikannya dalam hal literasi (membaca). Sebab, literasi untuk anak-anak PAUD dan SD agak sulit. Sehingga dengan festival tersebut, dapat mendorong anak-anak usia sekolah untuk lebih giat dan rajin lagi dalam membaca. Karena penemuan Save the Children di lapangan menyebutkan bahwa anak-anak usia sekolah mengalami kesulitan dalam hal membaca.

Beni Giri (CHILDREN (foto: felixali)
Beni Giri (CHILDREN (foto: felixali)

“Perlu diakui bahwa hingga saat ini, literasi dari anak-anak dampingan Save the Children mengalami kesulitan dalam membaca. Yang selalu menonjol adalah sekolah-sekolah Katolik di Belu. Kita bukan untuk merendahkan martabat masyarakat Belu yang berada di perbatasan ini, tetapi kita mau meningkatkan mutu pendidikannya dengan lomba membaca ini. Mutu akan bagus mana kala penguasaan literasinya sudah baik dan menunjukkan kualitas yang baik pula. Sehingga dari itu kita mengajak semua elemen masyarakat termasuk Kabupaten Belu melalui Dinas PPO Belu, agar mari kita bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan di perbatasan ini,” ucap Beni Giri, Koordinator Project Belajar Rayon Timor Barat di sela-sela kesibukannya.

“Hal lain yang ingin diangkat Save the Children adalah dengan perlombaan ini untuk menghargai jasa para pendidik yakni bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei yang telah lewat. Agar Pemerintah Pusat pun dapat memberikan perhatian yang lebih serius lagi terhadap daerah-daerah yang berada di garis perbatasan. Jika tidak, Indonesia tetap akan mengalami ketertinggalan karena daerah-daerah di pedalaman seperti Belu ini belum mendapatkan perhatian yang serius,” sambungnya lagi.

Terkait hal tersebut, Asisten 3 Doktor Ulu Emanuel yang mewakili Penjabat Sementara (Pjs) Kabupaten Belu, mengakui bahwa mutu pendidikan di Belu masih jauh dari harapan. Maka dari itu, Pemda Belu menaruh hormat yang besar terhadap Save the Children yang selalu mendampingi sekolah-sekolah binaannya di Belu.

“Pemda Belu tidak tertutup dengan pihak lain. Justru Pemda Belu membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak lain, untuk bersama meningkatkan mutu pendidikan di daerah perbatasan ini,” tutupnya. (felixianus ali)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *