RST Ksatria Airlangga Buka Pengobatan Gratis di 4 Wilayah NTT, Lembata Termasuk

SULUH NUSA, LEMBATA – Konsep pelayanan kesehatan berbasis maritim seperti yang dilakukan oleh Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga menjadi sebuah keharusan bagi negera kepulauan seperti Indonesia.

Dengan 17 ribu pulau lebih yang tersebar tidak mungkin masing-masing pulau didirikan rumah sakit, sehingga cara yang paling ideal adalah dengan kapal rumah sakit karena bisa bergerak dengan leluasa dari satu pulau ke pulau lain.

Untuk tahun 2023, pihak RSTKA direncanakan melayani empat wilayah di Provinsi NTT. Kapal rumah sakit yang didirikan untuk melayani kesehatan di empat wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Empat wilayah yang dilayani adalah Malaka, Atambua, Kefamenanu dan Lembata.

Berdasarkan jadwal yang diterima SuluhNusa (weeklyline media network), 30 Mei 2023, RSTKA berada di Lembata sejak tanggal 12 – 18 Juni, tanggal 19 – 25 Juni di Malaka, tanggal 26 Juni – 2 Juli di Atambua dan tanggal 3 – 9 Juli di Kefamenanu.

Kedatangan Kapan Rumah Sakit Terapung ke kabupaten Lembata ini dibenarkan oleh Plt. Kadis Kesehatan Lembata, dr. Geril Huar Noning, 29 Mei 2023.

Menurut dr. Geril kedatangan RSTKA ini akan melakukan pelayanan Skrining kasus Penyakit Jantung Bawaan (Congenital Heart Disease) dan mengorganisir dukungan bagi pelayanan operasi penyakit jantung bawaan dari kepulauan

“Ada beberapa pelayanan kesehatan untuk penanganan penyakit yang lain misalnya operasi katarak tetapi nanti secara teknis akan disampaikan awal Juni. Data kebutuhan sedang dikumpulkan melalui puskesmas se Lembata yang akan di kirim ke pihak RSTKA agar mereka bisa menyediakan dokter berdasarkan kebutuhan”, ungkap dr. Geril.

Lebih jauh, dr. Geril mengungkapkan, kedatangan RSTKA akan sangat membantu masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lembata.

Dalam rencana RSTKA melakukan pelayanan Skrining kasus Penyakit Jantung Bawaan, Skrining Stunting, Poli THT dan Poli Mata.

“Secara teknis nanti awal Juni baru disampaikan setelah pemda Lembata, puskesmas rapat pemantapan teknis bersama pihak RSTKA”, ungkap dr. Geril.

Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria Airlangga ini memiliki panjang 27 meter dengan lebar 7,2 meter, dan dibuat langsung di Kecamatan Gelasong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kapal seharga Rp 5 miliar ini pertama kali berlayar dari Makassar menuju Surabaya pada 9 September 2017, dan langsung dipenuhi dengan peralatan medis canggih yang setara dengan peralatan rumah sakit pada umumnya.

RST Ksatria Airlangga merupakan rumah sakit terapung pertama di dunia, dan dimiliki oleh alumni perguruan tinggi dengan misi pelayanan kesehatan dan pengabdian masyarakat di daerah-daerah terpencil di kepulauan Indonesia.

Tahun 2023, RSTKA melakukan pelayanan denga  tema karena setiap orang pulau berharga. +++sandrowangasandrowan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *