LEMBATA, SULUH NUSA – GUBERNUR Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laoskodat melakukan kunjungan marathon ke beberapa Kabupaten di Pulau Flores.
Dijadwalkan Bungtilu Laoskodat usai liburan panjang Hari Raya Idul Fitri, melakukan kunjungan hari pertama, 26 April 2023 di Lembata. Selain Lembata, Bungtilu Laoskodat mengunjungi Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka.
Rombongan Gubernur Bungtilu tiba di Bandara Udara Wunopito, Kota Lewoleba, dijemput penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, Kapolres Lembata, Josephien Vivick Tjangkung, Ketua DPRD Lembata, Piter Gero, Kejari Lembata, Azrijal, Kepala Dinas Pendidikan NTT, Linus Lusi dan Forkompinda Kabupaten Lembata
Dalam jadwal yang diterima SuluhNusa (weeklyline media network), 26 April 2023, Gubernur sebelum berkunjung ke Desa Nila Napo terlebih dahulu menginggahi rumah jabatan Bupati Lembata di Lamahora untuk makan siang.
Usai makan siang, rombongan Gubernur melakukan panen jagung di Desa Nila Napo, Kecamatan Omesuri yang merupakan program unggulan Gubernur Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).
Keesokan harinya, 27 April 2023, Gubernur Bungtilu Laiskodat direncanakan bertemu dengan semua kepala sekolah SMA/SMK se Kabupaten Lembata sekaligus menyerahkan bantuan kepada 11 Sekolah yeng bersumnber dari DAU Spesifik Grant dan Dana Alokasi Khusus.
Terkait program TJPS dengan Memanfaatkan lahan kering, Pemprov NTT menggalakkan gerakan Menanam Jagung Panen Sapi. Targetnya, ketahanan pangan menguat, pakan sapi tersedia, dan rakyat lebih sejahtera.
Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat getol menggelorakan program “Pengembangan Pertanian Terintegrasi Program Tanam Jagung Panen Sapi”.
Sejumlah kerja sama dengan berbagai pihak dilakukan guna mendukung kelancaran program ini di daerahnya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dengan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), Pemda mendukung agar sektor pertanian dapat menunjang produktivitas di bidang peternakan. Dari tanam jagung itu, ketersediaan pakan sapi yang berkualitas bisa terjamin. Peternak pun dapat menghasilkan sapi-sapi potong dengan kualitas dagingnya yang bagus. Dengan begitu, harga meningkat dan ekonomi masyarakat terangkat.
Implementasi model inovasi jagung-sapi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas jagung menjadi 5 ton/ha/KK sehingga kelebihan produksi dapat dijual untuk membeli ternak sapi dan olehnya petani dapat memiliki ternak sapi sendiri. Limbah daun jagungnya juga bisa menjadi pakan sapi.+++sandrowangak
