LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar rapat konsolidasi terkait pelaksanaan Piala Bupati Lembata dalam rangka kegiatan Lembata Fishing Tournament yang akan berlangsung pada Mei 2026.
Rapat ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan seluruh pihak untuk menyukseskan event berskala nasional hingga internasional tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata dalam pemaparannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar promosi pariwisata daerah, yang terintegrasi dengan sejumlah agenda unggulan seperti, Pemilihan Ina Ama Lembata, Lomba Puisi dan Foto Pendek, Ekosistem Film Maker dan Film Academy, Lomba Sepeda Santai, Lomba Dayung Perahu Tradisional dan Puncaknya pada Festival Lamaholot.
Salah satu agenda utama adalah Lembata Fishing Tournament yang akan dilaksanakan pada 22–24 Mei 2026.
Turnamen ini diproyeksikan menjadi daya tarik utama dengan total hadiah mencapai lebih dari Rp250.000.000. Event ini mendapat dukungan luas dari berbagai aktivis dan pelaku pariwisata karena dinilai memberikan dampak positif bagi promosi daerah serta peningkatan kunjungan wisatawan, termasuk turis mancanegara.
Dalam arahannya, Bupati Lembata menegaskan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempromosikan potensi wisata bahari di Nusa Tenggara Timur, khususnya Lembata.
Meskipun waktu persiapan relatif singkat, yakni sekitar satu bulan, Bupati optimis kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dari masyarakat dan para pengusaha lokal.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi pelaku UMKM yang turut berpartisipasi, sehingga dapat meningkatkan perputaran ekonomi di Kabupaten Lembata.
Bupati Lembata berharap agar event ini dapat menjadi agenda tahunan dan berkembang menjadi piala bergilir yang prestisius. Ia juga mengajak seluruh panitia dan masyarakat untuk bersinergi dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini, sehingga Lembata dapat semakin dikenal, tidak hanya di tingkat Provinsi NTT, tetapi juga di seluruh Indonesia.
Mendapat Dukungan dari pengusaha lokal Lembata
Sebelumnya diberitakan ditengah kondisi fiskal yang minim dan lesuhnya perekonomian di Kabupaten Lembata ada angin segar atas geliatnya pariwisata berkat dukungan pengusaha lokal di Lembata.
Pasalnya, pengusaha lokal Benediktus Lelaona bersama Komunitas Mancing Mania Bali menggagas kegiatan Mancing Mania bertaraf Internasional yang digelar di Kabupaten Lembata bulan Mei 2026 mendatang.
Mancing mania ini bukan sekedar menyalurkan hobi tetapi sebagai bentuk dukungan kepada daerah Kabupaten Lembata mempromosikan sport tourism di Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Hal ini disampaikan Benediktus Lelaona kepada Suluhnusa.com melalui saluran telp 5 Maret 2026.
Menurut Lelaona, kondisi ekonomi yang lesuh di Kabupaten Lembata menuntut tanggungjawab moril semua pihak agar geliat ekonomi semakin baik.
“Mancing mania ini digelar bukan sekedar karena hobi tetapi salah satu bagian dari tanggungjawab moril sebagai anak Lembata membantu daerah ini”, ungkap Lelaona.
Menurutnya kondisi fiskal dan ekonomi di Kabupaten Lembata saat ini membutuhkan kerja bersama dan kreativitas semua pihak baik pemerintah maupun swasta.
Salah satunya dengan menggelar mancing mania bertaraf internasional di Lembata. Dan bukan hanya melibatkan pemancing lokal tetapi juga pemancing dari beberapa negara.
“Pemancing dari Malaysia, Thailand, Philipina, Korea dan China juga beberapa negara Eropa juga tertarik untuk datang ke Lembata”, jelas Lelaona.
Ia menambahkan ketertarikan pemancing luar negeri ini berkat dukungan dan kerjasama dari Komunitas Mancing Mania Bali.
Total hadiah ratusan Juta
Kegiatan mancing mania dengan branding Piala Bupati Lembata ini menyediakan total hadiah ratusan juta rupiah.
Untuk kategori total berat masing masing diberi hadiah Rp. 10 juta, kategori species Rp. 10 juta masing masing dan Best Captain juga diganjal hadiah Rp. 10 juta masing masing.
Sementara itu panitia juga menyiapkan hadiah untuk juara I Rp. 100 juta, juara II Rp. 75 juta dan juara III Rp. 50 juta.
Lelaona menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di sektor UMKM, perhotelan, kuliner, dan transportasi lokal. Ia menegaskan aspek keselamatan peserta menjadi prioritas melalui pengawasan perairan serta koordinasi lintas instansi.
“Kita selenggarakan selama tiga hari yaitu 22-24 Mei 2026 di Pantai Wulen Luo Kota Lewoleba”, ungkap Lelaona.+++sandro.wangak
