LEMBATA, SULUH NUSA – SEKALIPUN masih gaduh terkait kewenahan usulan Penjabat Bupati sesuai surat dari Menteri Dalam Negeri tampaknya DPRD Lembata sedang pecah kongsi. Disinyalir ada gerakan politik untuk mengusulkan hanya satu nama oleh DPRD Lembata. Apakah Golkar Lembata baik baik saja?
Tarik ulur kepentingan ini disinyalir sebagai penyebab pecah kongsi dalam lembaga DPRD Lembata. Informasi yang dihimpun SuluhNusa di Gedung Peten Ina, DPRD Lembata, 30 Maret 2023, ada gerakan besar besaran menggalang kekuatan politik untuk mengusul satu nama sebagai Penjabat Bupati Lembata ke Menteri Dalam Negeri.
Masih menurut sumber tersebut, pecah Kongsi ini bermula dari dalam tubuh Partai Golkar Lembata.
Ketua DPRD Lembata yang juga Ketua DPD II Golkar Lembata, Pieter Gero menginginkan Paskalis Ola Tapobali, yang saat ini menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata. Keinginan Ketua DPRD ini berbenturan dengan Ketua Fraksi Partai Golkar Pieter Bala Wukak yang mengusulkan Marsianus Jawa, yang saat ini masih menjabat sebagai Penjabat Bupati Lembata.
Sementara itu Fraksi Partai Gerindra juga menginginkan figur lain.
“Ada kekuatan politik yang sedang bergerak menggalang kekuatan, membangun kesepakatan dan deal deal untuk mengusulkan hanya satu nama sebagai Penjabat Bupati Lembata, ” Ungkap sumber di DPRD yang meminta namanya tidak ditulis.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lembata, Paulus Makarius Dolu kepada SuluhNusa (weeklyline media network), 31 Maret 2023 menjelaskan terhadap surat dari Kemendagri yang meminta diusulkan 3 (tiga) Nama itu Pimpinan DPRD memang harus mengusulkan 3 (tuga) nama.
“Bukan satu nama saja yang diusulkan. Jadi sebagai ketua Fraksi Gerindra saya tak sependapat jika cuma diusul satu nama”, ungkap Makarius Dolu.
Menurut Dolu, Fraksi Partai Gerindra setuju nama Penjabat Marsianus Jawa masuk dalam daftar usulan tetapi Ia mengingatkan agar jangan seolah olah diciptakan kondisi sampai diusulkan cuma satu nama.
“Paskalis Ola Tapobali juga bisa masuk dalam daftar usulan”, ungkap Dolu.
Lebih lanjut Dolu menjelaskan DPRD Lembata wajib mengusulkan tiga nama agar menjadi pertimbangan di Kemendagri.
“Jika usul satu apa yang mau dipertimbangkan. Kita bisa usulkan Pa Marsianus Jawa. Bisa juga Pa Paskalis Ola Tapobali dan bisa juga Pejabat di Kemendagri”, tutur Dolu.
Perbedaan pilihan terhadap figur yang cocok sebagai Penjabat Bupati menjadi polemik dalam tubuh Golkar. Gerbong Piter Gero sebagai Ketua DPD II Golkar dan Ketua DPRD Lembata menginginkan Paskalis Tapobali. Sementara Gerbong Ketua Fraksi Golkar, Piter Bala wWukak menginginkan Marsianus Jawa.
Menanggapi perbedaan ini, Ketua Fraksi Partai Golkar, Piter Bala Wukak kepada SuluhNusa (weeklyline media network), 31 Maret 2023 menanggapi persoalan itu sebagai dinamika dalam tubuh Partai Golkar.
“Itu dinamika. Golkar sebagai sebuah Partai harus dibangun dengan dinamika dan perbedaan. Biasalah itu. Kami Fraksi menilai Marsianus Jawa masih cocok menjadi Penjabat Bupati Lembata. Berbeda dengan pa Ketua (Piter Gero-Red), yang menginginkan Pa sekda, Paskalis Tapo Bali, ” Ungkap Wukak.
Ia menegaskan Golkar Lembata baik baik saja.
Piter Bala Wukak mengungkapkan alasan Fraksi Partai Golkar Lembata menilai penjabat Bupati, Drs. Marsianus Jawa, MSi patut diusulkan kembali melanjutkan kepemimpinannya di Lembata.
Ya, “Marsianus Jawa layak ditetapkan kembali menjadi penjabat Bupati Lembata karena dia adalah figur bersih, minim kepentingan secara politik, tegas dan berintegritas,” tandas anggota DPRD Lembata, Petrus Bala Wukak, SH, yang juga Sekretaris DPD II Partai Golkar Lembata.
Dia tidak melihat adanya figur lain yang memiliki kemampuan melebihi Marsianus Jawa, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan jabatannya sebagai kepala dinas di lingkup provinsi, maka Marsianus Jawa juga adalah pejabat pimpinan tinggi pratama. Ini sesuai dengan arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar mengusulkan nama calon penjabat dari pejabat pimpinan tinggi pratama, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Maka Fraksi Partai Golkar masih mengandalkan beliau (Marsianus Jawa-Red) untuk lanjut memimpin Lembata kedepannya,” tegas Bala Wukak.
Dia mengaku kagum dengan hampir satu tahun kepemimpinan Marsianus Jawa di Lembata.
Selain sukses menggelar turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXI bulan September tahun lalu, Marsinus Jawa juga sukses menuntaskan beberapa masalah yang sudah bertahun-tahun tidak bisa tuntas, baik masalah di kawasan pedesaan, kecamatan maupun kabupaten.
Yang paling anyar, Marsianus Jawa sedang berusaha menyelesaikan masalah pasokan BBM bersubsidi. Tim BPH Migas dan Pertamina sudah terjun langsung ke Lembata untuk mencari tahu akar masalah sering terjadinya kelangkaan BBM di Lembata, guna mencarikan jalan keluarnya.
Ya, “Setahun menjadi penjabat beliau telah menemukan masalah Lembata yang teridentifikasi secara baik. Jika diberi kepercayaan lagi maka beliau akan menuntaskan masalah meski tidak semua, tetapi menurut Golkar beliau sudah berada di trek yang benar, baik menertibkan birokrasi maupun mengayomi semua kepentingan politik, sosial dan ekonomi,” ujar Bala Wukak.
Disinggung soal dua surat dengan tujuan yang sama, yakni surat Mendagri kepada Gubernur dan surat Sekjen Kemendagri kepada ketua DPRD, mantan aktivis mahasiswa di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, ini berharap agar tidak sedang ada upaya mengadu domba lembaga DPRD Kabupaten dengan Gubernur. Dia mengakui bahwa dari segi kewenangan memang Gubernur yang lebih berhak mengusulkan. Akan tetapi, lembaga Dewan juga menerima surat permintaan dari Kemendagri yang perlu dijawab.
Ya, “Kalau secara hirarki, maka gubernur yang berhak mengusulkan. Tapi kalau ini soal mewakili masyarakat Lembata, maka lembaga dewan berhak,” ucap Bala Wukak.+++sandrowangak
