LEMBATA, SULUH NUSA – KEBAHAGIAAN warga Lembata menikmati mulusnya jalan dana PEN dipastikan tidak berlangsung lama. Jalan yang dikerjakan dengan sistem “menggadaikan daerah” pada PT. SMI ini sudah jebol dua kali walau belum satu tahun. PPK pun mengaku badan jalan yang jebol itu pertama sudah diperbaiki lalu jebol lagi dan baru mau ditandai untuk diperbaiki. Gadai daerah untuk proyek jalan yang berkualitas rendah?
Pekerjaan proyek jalan di Lembata dengan menggunakan dana Pinjaman PEN PT. SMI dengan nilai Rp. 225 milyar kembali menuai masalah.
Salah satu ruas jalan yang dikerjakan dengan dana PEN segmen Waiara-Simpang Riangbao diduga dikerjakan asal asalan. Pasalnya belum sampai satu tahun beberapa titik di segmen tersebut, badan jalan yang sudah di hotmix jebol. Bahkan bukan sekali saja jebol, sudah dua kali jebol.
Pantauan SuluhNusa (weeklyline media network), 21 Februari 2022 proyek yang dikerjakan oleh PT. Anak Lembata group rusak, badan jalan sebelah kiri jebol pada titik depan SD Inpres Muruona.
Antonius Matarau, salah seorang warga Ile Ape yang ditemui di lokasi mengakui jalan yang baru selesai dikerjakan oleh PT. Anak Lembata Group tersebut jebol diduga karena pemadatan pada bahu jalan tidak maksimal.
“Ini sudah pernah jebol sekali. Mereka perbaiki. Mereka bongkar dan tambal. sekarang kelihatan jebol lagi. Badan jalannya jatuh. Sisa aspal yang dibongkar masih ada ini”, ungkap Matarau sambil menunjukan sisa aspal yang tertumpuk di pinggir jalan, 21 Februari 2023.
Matarau menyesalkan kualitas pekerjaan jalan ini sebab menurut informasi, jalan ini dikerjakan dengan menggadaikan daerah ini, padahal jalan ini baru selesai di hotmix sekitar bulan November tahun 2022.
“Ini bulan Februari. Jalan ini baru selesai dihotmix bulan November 2022. Baru empat bulan sudah rusak ini. Kasihan daerah dan kami masyarakat. Pemerintah sudah pinjam uang dengan gadai daerah ini selama delapan tahun untuk bikin baik jalan tapi kontraktor kerja kualitasnya model begini. Kita bayar utang percuma”, tuturnya dengan nada emosi.
Lebih jauh Matarau mengungkapkan dirinya bersama warga Ile Ape merasa bahagia karena kebagian jatah proyek jalan sebab puluhan tahun mereka menikmati jalan buruk dan rusak. Sayangnya kebahagian ini tidak berlangsung lama karena jalan yang baru saja dikerjakan dengan Nilai kontrak Rp.17.980.730.000 sudah jebol dua kali.
Menurut Matarau, rendahnya kualitas pemadatan pada bahu jalan ini disinyalir dapat merusak badan jalan. Di beberapa titik, sebut Matarau, titik pos polisi subsektor Ile Ape, Titik SMK N I Ile Ape disinyalir badan jalan akan dikeruk banjir dan berpotensi jebol.
Sementara itu titik SMP N Ile Ape, titik sepanjang Desa Kolontobo dan Riangbao material tanah dan kerikil menutupi badan jalan karena terbawa banjir saat hujan.

Felesianus Boli Aman Tedemaking selaku PPK Peningkatan jalan Pasak Raja-Lemau-Riangbao-Laranwutun (Sp. Waiara Segmen Polsubsektor Ile Ape-Riangbao dikerjakan oleh PT. Anak Lembata Group dengan nilai kontrak Rp.17.980.730.000 mengaku badan jalan yang jebol di titik SD Inpres Muruona.
“Titik depan SD (SD Inpres Muruona-red) itu kemarin sudah diperbaiki tapi masih kondisi belum stabil jadi masi diperbaiki lagi”, ungkap Boli Aman kepada SuluhNusa (weeklyline media network) ketika di konfirmasi melalui WhatsApp, 21 Februari 2023 malam.
Ia mengaku titik yang rusak tersebut sudah diperbaiki dan akan diperbaiki lagi sembari meminta kepada media ini agar menunjukkan kerusakan pada titik lain agar diperbaiki oleh pihak kontraktor.
Sementara itu, pihak kontraktor PT. Anak Lembata Group, Dedy Irianto dikonfirmasi SuluhNusa (weeklyline media network) melalui saluran telepon masih bungkam dan tidak memberikan penjelasan sebagai bagian dari pertanggungjawaban pekerjaan jalan yang rusak tersebut.
Sebagai informasi untuk pekerjaan jalan di Ile Ape dengan menggunakan dana PEN tahun 2022 dikerjakan di tiga segmen. Semuanya dikerjakan PT. Anak Lembata Group yakni Peningkatan jalan Pasak Raja-Lemau-Riangbao-Laranwutun (Sp. Waiara Segmen Polsubsektor Ile Ape-Riangbao dikerjakan oleh PT. Anak Lembata Group. Nilai kontrak Rp.17.980.730.000; Peningkatan jalan Pasak Raja-Lemau-Riangbao-Laranwutun, Sp. Waiara ke Jontona dikerjakan oleh CV. Timber Jaya, Sub Kontrak PT. Anak Lembata Group, Nilai kontrak Rp.3.752.118.000 dan Peningkatan jalan Riangbao-Dulitukan-Kolipadan-Pelabuhan Jeti dikerjakan oleh CV. Timber Jaya (sub kontrak PT. Anak Lembata Group) Nilai kontrak Rp.8.906.021.000. +++sandrowangak



