Salut, Warga Belo Sumbang Tanah Untuk Buka Jalan Poros Kota Kupang ke Kabupaten Kupang

 


SULUH NUSA, KUPANG – Selama dua hari berturut-turut sejak 16 – 17 November 2022 warga Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT, bahu membahu swadaya membuka isolasi jalan.

 

Jalan yang nantinya menjadi jalan poros tengah menghubungkan warga lingkungan Usaepkolen RT 07/ RW 03 Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang dengan Dusun Atoinfui Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang itu sejauh ini sangat dirindukan seluruh warga baik yang bermukim di Bello maupun di Atoinfui Oelomin.

 

Jonius Kenlopo (52) warga Atoinfui Kabupaten Kupang ditemui mengatakan, sangat membutuhkan jalan yang baru dibuka itu karena selama ini dirinya dan keluarga sangat kesulitan kalau mau mengunjungi keluarga di Bello harus berputar jauh lewati terminal Bello. Tetapi dengan dibukanya jalan batu itu memudahkan mereka.

 

“Kami senang bisa memghemat waktu dan biaya kalau ada keperluan keluarga di Bello karena selama ini jalan jauh lewati terminal,” tandas Kenlopo.

 

 

Corinus Tuan salah satu tokoh masyarakat secara terpisah membenarkan kalau biaya alat berat untuk penggusuran dan pembukaan jalan baru itu murni swadaya warga sendiri, dengan jarak kurang lebih 1400 km dengan lebar 5 meter.

 

“Benar pembukaan jalan poros tengah hubungkan Atoinfui Kabupaten Kupang dengan Kelurahan Bello Kota.Kupang merupakan swadaya kami bersama RT/RW dan masyarakat untuk membuka akses yang selama ini terisolasi,” tandas Corinus.

 

Ia berharap nantinya bisa ada perhatian dari Pemeintah Kota.Kupang untuk ditingkatkan dengan pengerasan tanah sertu.

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Padron Paulus saat reses di wilayah itu pekan lalu menyampaikan kebanggaannya dengan sejumlah pemilik tanah yang merelakan tanah secara pordeo untuk dijadikan jalan umum.
“Saya bangga saudara-saudara saya di sini bisa relakan tanah pordeo untuk jalan demi kepentingan banyak orang, karena itu kami akan bantu perjuangkan supaya bisa ada peningkatan”, katanya.

 

 

Goris Takene Ketua RW 03 Kelurahan Bello mengatakan, awalnya sempat terjadi polimik karena ada.pemilik lahan yang tidak bersedia relakan tanahnya, tetapi setelah hampir tiga tahun lakukan pendekatan akhirnya bisa dibuka dengan swadaya warga sendiri.+++goe/kristina

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *