Tentang Jokowi Di Lembaran Soal UN, Siswa Anggap Biasa

suluhnusa.com_Saat saya mengerjakan soal dan menemukan soal yang mencantumkan nama Bapak Jokowi saya merasa biasa biasa saja dalam mengerjakannya. Karena memang waktu saya kerja, saya anggap seperti soal bahasa Indonesia lainya, dan saya tidak pikir apa apa. Saya merasa biasa saja.

Ungkapan ini disampaikan oleh Natalia Mukin kepada suluhnusa.com Rabu 16 April 2014. Natalia Mukin adalah salah satu siswa Peserta Ujian Nasional (UN) kelas XII (Dua belas) jurusan IPS pada SMA Negeri 01 Larantuka.

Mukin mengukapkan, dirinya tidak berpikir bahwa soal tentang Jokowi dalam Mata Pelajaran bahasa Indonesia itu adalah bagian dari kampanye politik.

Sebab, saat dia mengerjakan soal itu, dirinya tetap berkonsentrasi untuk menjawab soal dan tidak terpengaruh. Bahkan, dia merasa tidak ada muatan politik.

Secara nasional, Ujian Nasional (UN) tahun 2014, terlaksana pada senin 14 april hingga 16 april tahun 2014. Pantauan suluhnusa di kabupaten Flores Timur jika dibanding dengan Ujian Nasional Tahun lalu, tahaun ini, tidak mengalami kesulitan yang berarti.

Dalam pendistribusian logistik ujian,berlangsung lancar dan tepat pada waktunya. Hal yang sama juga terjadi di SMK Negeri Watowiti kecamatan Ile Mandiri berjalan Aman dan lancer.

Ferdinandus Boro Nama, S.Pd sekertaris Panitia Ujiaan Nasional menjelaskan Pelaksanaan Ujian Nasional di SMK Negeri Watowiti, ada dua sekolah yang bergabung, diantaranya SMK Bunga Tanjung dari Kecamatan Tanjung Bunga dan SMK Teluk Hading dari Kecamatan Ile Mandiri.

Jumlah peserta yang mengikuti Ujian Nasional sebanyak 164 siswa terdiri dari 138 siswa SMK Negeri Watowiti, 10 Siswa SMK Bunga Tanjung dua orang tidak ikut hingga hari terakhir, dan 16 siswa SMK Teluk Hading dua orang tidak hadir hingga hari terakhir.

Biodata Jokowi pada lembaran soal UN Bahasa Indonesia (foto: yulis.d.p)
Biodata Jokowi pada lembaran soal UN Bahasa Indonesia (foto: yulis.d.p)

Kekurangan soal pada Teori Kejuruan

Di hari terakhir Pelaksanaan Ujian Nasional sedikitnya, mengalami kendala dimana pada mata pelajaran Kejuruan terdapat kekurangan Soal diantaranya, pada Teori kejuruan meliputi dua program keahlian yakni masing masing TKK (Teknik Konstruksi Kayu) sebayak 21 eksplar soal dari 45 (jumlah lengkapnya) dan program keahlian NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan) sejumalh 2 Eksplar dari 15.

Atas Kondisi ini, pihak sekolah langsung menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (PPO) Kabupaten Flores Timur juga berkonsultasi dengan Pengawas Satuan Pendidikan (WASSTADIK) dari Undana untuk melakukan penggandaan di tempat fotocopy yang dikawal langsung oleh pihak keamanaan, Jelas Ferdy.

Tambahnya, berkaitan dengan kepengawasan, berdasarkan kesepakatan secara Kabupaten yakni melakukan pengawasan silang murni antar guru –guru SMK se kota Larantuka dan sekitarnya, yakni dari SMK Bina Karya Larantuka, SMK Suradewa Larantuka dan SMK Lamaholot Lewoloba. Drs. Damianus Tapejz M. Norbet, BHK Kepala SMA Katolik Podor Larantuka saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pelaksanaan Ujian Nasional di SMA Katolik Podor berlangsung aman dan lancar tanpa sebuah kendala yang berarti.

Pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini untuk SMK Podor tidak ada masalah semua proses berlangsung dengan lancar, tidak ada masalah.

“Jumlah peserta yang mengikuti Ujian terdiri dari 166 orang dan semua siswa hadir semua saat berlangsungnya ujian, kami berharap dan optimis tahun ajaran ini kami bisa meraih kelulusan seratus persen,” ungkap Damianus.

Peserta Ujian Nasional tahun 2014 dari SMA Negeri 01 Larantuka Yohanes Eduardus Ofong kepada suluhnusa.com menyampaikan Ia tidak mengalami kendala dalam menghadapi Ujian baik dalam hal teknis maupun dalam menghadapi soal yang diberikan.

“Saya optimis bisa lulus murni. Saya meyakini karena didukung dengan persiapan yang selama ini saya lewati, diantaranya les tambahan yang kami terima kurang lebih satu semester menjelang Ujian Nasional, Bimbingan belajar sore yang intens, dan secara pribadi, saya juga membuat jadwal belajar sendiri secara teratur di rumah,” katanya, termasuk soal ujian Bahasa Indonesia yang mencantumkan nama Jokowi juga dirinya merasa biasa saja dan tidak terpengaruh.

Ditanya soal perlakuan pengawas terhadap peserta Ujian, Eddy mengaku bahwa pengawas sangat ramah saat melakukan pengawasan diruangan mereka.(maksimus masan kian)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *