Koperasi Terbanyak Ada di Gianyar dan Denpasar

suluhnusa.com_Koperasi sebagai soko guru ekonomi usaha kecil dan menengah semakin diminati oleh masayakat Bali. Pasalnya, koperasi dianggap sebagai solusi dalam meningkatkan usaha dan kesejahteraan ekonomi. Selain itu, dengan menjadi anggota koperasi beragam keuntungan didapat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup bersama.

Terbukti, sejak tahun 2009 sampai dengan 31 Desember 2013, jumlah koperasi di Bali meningkat drastis. Jumlah koperasi secara keseluruhan berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Bali, sebanyak 4.654 lembaga koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, SH mengungkapkan dari jumlah koperasi tersebut Kabupaten Gianyar dan Kota  Denpasar menempati urutan pertama dan kedua dalam jumlah koperasi terbanyak. Terdata, Kota Denpasar terdapat 1.016 Lembaga, yang masih aktif sebanyak 913 koperasi dan sebanyak 103 koperasi yang tidak aktif.

Kabupaten Gianyar terdapat 1.142 Koperasi, terdata 1047 koperasi yang aktif dan yang tidak aktif 95 koperasi. Dari Delapan kabupaten dan satu Kotamadya se-Bali, jumlah koperasi yang paling sedikit berada di Kabupaten Klungkung. Hanya 126 koperasi, 7 koperasi tidak aktif dan 119 koperasi aktif.

“Akan tetapi total asset yang dimiliki oleh seluruh Koperasi yang ada di Kabupaten Klungkung melebihi total asset koperasi di Kabupaten Jembrana, Bangli dan Karangasem” ungkap Partra.

Lebih jauh Parta mencontohkan, dari data jumlah koperasi Karangasem 306 koperasi, yang aktif 284 dan yang tidak aktif sebanyak 22 koperasi, total aset per 31 DesemberRp. 216.187.099.832. Kabupaten Bangli 217 koperasi yang aktif dan 45 koperasi tidak aktif, data keseluruhan 262 koperasi dengan total asset sebesar Rp. 250.699.525.431.

Untuk Kabupaten Jembarana. Total asset sebesar Rp. 240.862.750.400 dari jumlah koperasi aktif sebanyak 222 dan 19 koperasi tidak aktif.

Dari tiga kabupaten ini yakni, Bangli, Jembarna dan Karangasem, asset koperasi di Klungkung lebih tinggi, mencapai angka Rp. 323.354.697.679 dari total koperasi hanya 119 koperasi.

Bila dibandingkan dengan koperasi di wilayah NIVO-Provinsi Bali, maka asetnya sebanyakRp. 783.737.789.076, dengan jumlah koperasi paling sedikit yakni hanya 113 koperasi, dengan 116 koperasi aktif. (albert p. siagian / sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *