Air Mata Anak Bawang

Jika kotaku adalah kopi
Airmata anak bawang tak ada dalam kamus kata kata di meja diskusi
Adalah jendela yang retak selalu menyimpan luka yang semesti
Kita belum merdeka sayang
Meski bunga bunga mekar tiap musimnya
Kotoran kotoran manusia tercecer di jalan raya
Lewat mulutnya yang baumenjadi polusi dan keringat orang orang susah
Bunyi gurinda menyimpan sepi airmata ujang
yang upahnya tak naik naik
Bahkan di hari raya tuan tuan yang merayakan nasib baik
Bersembunyi dari kenyataan susahnya negeri

Yang masih kau suap
Yang masih kau tanya mengapa tidak bisa

Tuhan adalah harapan terakhir di tanah kering

angin musim semi jadi begitu panas di Bekasi

Apartemen terus angkuh berdiri
Mall mall juga begitu
Sejarah
Tenggelam
Bersama ijin amdal di jl hasibuan
Ku tengok kota seniman mati satu persatu
meninggalkan diksi dan dingin kota
metropolitan
Yang tak pernah selesai mengurusi sampah

Satuan pamong praja hanya pandai menggusur kaki lima di taman kota
Ada pohon yang menangis
Tapi suaranya tak terdengar

zaeni boli, 2016


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *