suluhnusa.com_ Soal Ujian Nasional (UN) oleh Disdikpora Bali yang menyimpan naskah soal tersebut di gudang penyimpanan di Jalan Cokroaminoto, Ubung, Denpasar saat ini telah didistribusikan ke kabupaten/kota se-Bali pada hari Jumat 11 April 2014 pukul 06.00 pagi tadi..
Untuk kota Denpasar, sebanyak 12.165 siswa tingkat SMU/SMK siap mengikuti UN yang akan dilaksanakan pada Senin (14/4) mendatang. Dengan pembagian siswa SMK 6211 siswa dan SMU 5954 siswa dengan jumlah sub rayon SMA 8 dan SMK 4. Untuk tingkat MA (Madrasah Aliyah) distribusi soal dikoordinir langsung oleh kementerian agama.
“Untuk siswa SMK jumlahnya 6211 siswa sementara SMU 5954 siswa, kalau sekolah keagamaan oleh kementerian agama, untuk soal paket jumlahnya 14 PKBM, intinya di Denpasar baik guru, siswa/siswi siap mengahadapi UN,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar, IGN. Eddy Mulya, usai temu wirasa Walikota dengan Media, Jumat 11 April 2014 di kantor Walikota Denpasar.
Untuk mata pelajaran yang diujikan, di hari pertama adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia, UN sendiri akan dilaksanakan selama 3 hari hingga tanggal 16 April 2014.
Saat ini, pihak Disdikpora belum menemukan permasalahan yang berarti terkait persiapan UN, namun dilihat dari dinamika UN, untuk UN tahun lalu hingga UN tahun ini, pihak Disdikpora hanya berharap pelaksanaan UN bisa berjalan dengan baik.
Pihak Disdikpora kota Denpasar pun berusaha keras mencegah terjadinya kebocoran mulai dari titik sub rayon mulai hari ini hingga sampai hari pelaksanaan.
“Di tingkat sekolah, disiapkan pengawas UN, pihak kepolisian hanya memantau dan membantu di titik distribusi,” pungkas Eddy Mulya.
Sementara itu, Komisi IV DPRD provinsi Bali menghimbau para guru dan kepala sekolah untuk tidak memberikan bocoran jawaban soal UN. Apalagi hingga menekan Kepala Dinasnya untuk mendapatkan nilai yang bagus.
“Saya himbau juga kepada para kepala bupati/walikota jangan menginginkan nilai yang bagus dengan menekan Kadisdikporanya apalagi terus guru-gurunya disuruh membocorkan soal,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta.
Indikasi adanya bocoran soal itu, imbuhnya pada saat para siswa disuruh datang lebih awal ke sekolah,”jadi saya minta guru itu jangan jadi panitia atau tim sukses,” pungkas politisi PDIP ini. (kresia)
