SULUH NUSA, ADONARA – SEJAK awal tahun 1900an, perkembangan pendidikan di wilayah Adonara, Kabupaten Flores Timur mulai bergeliat.
Dimulai dengan kedatangan Portugis masuk ke wilayah Flores termasuk Flores Timur pada 1512.
Dilansir dari berbagai sumber kedatangan bangsa Portugis membawa agama Katolik ke Flores, Nusa Tenggara Timur. Penyebaran agama ini ditandai dengan pengiriman empat misionaris Dominikan pada 1561 oleh Uskup Malaka.
Lima tahun berikutnya, Pastor Antonio da Cruz mendirikan sebuah benteng di Solor dan sebuah seminari di Kota Larantuka. Jumlah penduduk Katolik di Larantuka semakin banyak tatkala Portugis ditaklukkan Belanda di Malaka pada 1641.
Sejak saat itulah agama Katolik mendominasi Flores, yang kemudian menyebar ke seluruh daratan Flores, Adonara, hingga Pulau Timor.
Kedatangan para misionaris ini memberi pengaruh terhadap masyarakat lokal yang saat itu masih belum memeluk agama apapun dan berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan di tanah Adonara.
Era tahun 1900an di Pulau Adonara hanya ada tiga sekolah yang didirikan oleh para misionaris Katolik.
https://www.youtube.com/watch?v=ZPzPtxK5fIY
Tercatat sejak dahulu kala hanya 3 sekolah di daratan pulau Adonara yakni SDK Witihama untuk melayani wilayah kkubagolit, Witihama dan Ile Boleng termasuk wilayah Sagu. SDK Kiwangona untuk melayani pendidikan di wilayah adonara Timur dan sebagian Ile Boleng. Sementara di wilayah Adonara Barat dan Adonara Tengah didirikan SDK Lite.
Tahun 2022 ini, Dua Sekolah Dasar yakni SDK Lite dan SDK Witihama merayakan satu abad perjalanan pelayanan pendidikan di wilayah tersebut.
SDK Lite di Kecamatan Adonara Tengah kabupaten Flores Timur kini memasuki usia yang sudah sangat tua tepatnya 1 Abad.
Sekolah yang berdiri tahun 1922 ini berada di Yapersuktim misi pendidikan agama katolik di Flores Lembata.
“Sejak dahulu kala hanya 3 sekolah di daratan pulau Adonara yakni SDK Witihama, SDK Kiwangona dan SDK Lite berada di wilayah pemerintahan Kecamatan Adonara Barat kala itu maka SDK Lite menjadi ibu dari Seluruh sekolah dasar pada zamannya. Kini sudah memasuki 100 tahun,” Ungkap Camat Adonara Tengah Asterius Soge dalam sambutan awal membuka rapat pemantapan Lounching Pra Event dalam rangka 100 tahun SDK Lite, 24 Mei 2022.
Rapat panitia yang dihadiri seluruh Kepala Desa Se kecamatan Adonara Tengah, BPD, Para Kepala Sekolah TK, SD, SMP/MTS hingga SMA, Para Alumni serta Tokoh masyarakat lainya.
Ketua Panitia Yosep Ama Payong menyampaikan terima kasih atas kehadiran para undangan sekalian dengan kehadiran ini maka kita semua mendukung kegiatan yang bermuara dalam dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Menurut Ama Payong bahwa kepanitiaan sudah 3 bulan berjalan dan semua elemen seksi sudah mulai bekerja.
Ada 3 bagian penting dalam perayaan 1 Abad ini yakni Pra Event meliputi Launching kegiatan pembangunan Pagar sekolah, Kegiatan Event yang berpuncak bulan Juli nanti meliputi perlombaan, pertandingan sepak bola, Festival budaya serta kreasi musik seniman lokal dan seminar pendidikan dan kegiatan pasca event .
Rofinus Tupen Juan, Ketua 2 panitia kegiatan 100 Abad SDK LITE dalam arahan menutup rapat ia menegaskan bahwa jika sekolah ini sudah 100 tahun lamanya maka generasi hari ini bisa berpikir bagaimana para pendiri dahulu kala yang tidak mengenyam pendidikan apapun tetapi bisa membangun sekolah. Dan saatnya generasi hari uji memberi diri untuk melanjutkan perkembangan pendidikan ke arah yang lebih baik.
Olehnya ia berharap agar semua bisa terlibat baik panitia, alumni dan pemerintahan desa bisa berpikir demi menyukseskan hajatan ini.
Rapat panitia yang diselenggarakan Rabu, 24 Mei 2022 di Ruang Kelas SDK Lite ini berjalan lancar dengan mendengarkan laporan perkembangan setiap seksi serta pemantapan lauunching Pra Event pada pertengahan juni nanti yang sesuai rencana akan dihadiri Penjabat Bupati Flores Timur.
Dengan mengusung tema ‘Pendidikan membingkai sejarah, Menggenggam peradaban’ diharapkan bisa memantik semangat generasi muda dalam menghargai pejuang pendidikan menuju peradaban yang lebih berkualitas.+++thomas.ara



