SULUH NUSA, LEWOLEBA – Ratusan Anak muda di Lembata yang berdomisili di Berdikari Tujuh Maret memiliki kesadaran untuk berkumpul dan membina diri dengan kegiatan kegiatan positip sosial kemasyarakatan.
Selain membina diri komunitas yang diberi nama B73 (Berdikari Tujuh Maret) ini membentuk kelompok belajar bagi anak anak usia sekolah di kompleks B73.
Banyak kegiatan positip yang sudah dilakukan bersama. Salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas B73 adalah pementasan drama Sepatu 1/2 tiang pada tanggal 2 Mei 2022.
Ino Duan, salah satu aktivis literasi B73, kepada Suluh Nusa (weeklyline media network), 26 April 2022 menjelaskan mendidik anak muda menjadi cerdas, kreatif dan berkarakter bukan hanya menjadi tanggungjawab sekolah tetapi lingkungan sekitar juga memberi andil besar.
Untuk itu dirinya bersama aktivis B73 lainnya menggelar kegiatan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2022 denga tema melalui pendidikan melahirkan generasi muda yang kreatif, cerdas dan berkarakter.
“Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei nanti, Taman Belajar B73 yang dikelola oleh Komunitas B73 (Berdikari Tujuh Maret) akan melaksanakan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama tiga hari mulai dari Hari Sabtu tanggal 30 April 2022 sampai Senin 2 Mei 2022,” Ungkap Ino Duan.
Rangkaian kegiatan ini, ungkap Duan, berupa Aneka perlombaan anak (peserta khusus anak-anak dalam lingkup komunitas) di antaranya: lombah mewarnai tingatk TK-PAUD, Membaca Puisi tingkat SD kelas 1-3, Membuat/mengarang puisi tingkat SD kelas 4-6, Membaca Pidato tingatk SMP serta Pementasan Drama “Sepatu ¹/2 Tiang” oleh teman-teman komunitas B73 pada tanggal 2 Mei.
Ketua Panitia Joseph M T Bismaputra Sinuor biasa dipanggil Ian Sinuor menjelaskan kegiatan ini selain untuk memperingati hardiknas 2 Mei tapi juga membantu mengembangkan kemampuan anak-anak untuk kreatif, mampu berbicara di depan umum dan juga mengembangkan minat anak-anak.
“Ini juga adalah bentuk keberlanjutan Taman Belajar B73 selain sebagai tempat meluangkan waktu belajar di sela sela minimnya waktu belajar di sekolah karena BDR dampak covid 19, namun diharapkan menjadi tempat untuk mengembangkan diri. Semoga kegiatan ini bisa berjalan lancar sesuai rencana., ” ungkap Ian Sinuor. +++hosea/sandrowangak



