suluhnusa.com_Masa kampanye yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali tidak diindahkan oleh para calon DPD. KPU sendiri telah memberikan jadwal untuk melakukan kampanye rapat terbuka untuk peserta pemilihan umum legislatif, namun tidak semua calon memanfaatkan kampanye terbuka yang dijadwalkan 16 Maret hingga 5 April 2014.
Sejumlah calon anggota dewan perwakilan daerah (DPD) daerah pemilihan Bali pun, lebih memilih sosialisasi langsung atau blusukan untuk menyampaikan visi dan misinya kepada masyarakat.
Seperti diketahui, sebanyak 40 calon anggota DPD RI asal Bali yang akan memperebutkan 4 kursi DPD RI di Senayan. Diantaranya terdapat 4 calon incumbent yang juga kembali ikut bersaing untuk mempertahankan posisinya. Oleh karena itu, sebagian besar dari mereka lebih memilih untuk emperkenalkan diri kepada masyarakat, seperti melalui masimakrama hingga memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.
Bahkan beberapa calon sudah gencar sosialisiasi sejak ditetapkan sebagai calon oleh KPU, sebab berdasarkan peraturan KPU, calon legislatif boleh berkampanye sejak tiga hari setelah ditetapkan sebagai calon.
Seperti yang diungkapkan oleh Gede Pasek Suardika, anggota komisi IX DPR RI yang saat ini maju sbegai calon anggota DPD RI dapil Bali. Menurutnya, blusukan lebih efektif daripada melakukan rapat umum iapun menegaskan jika dengan turun langsung kebawah artinya ia bisa mengatahui asprirasi dari masyarakat.
“Saya belum lihat jadwalnya. Tapi untuk rapat umum sepertinya tidak. Mungkin akan lebih banyak blusukan, turun langsung ke masyarakat,” kata Pasek, Senin (10/3) di Denpasar.
Lanjut Pasek, selain menyampaikan visi dan misi, ia juga menyerap aspirasi masyarakat. Dengan cara ini diharapkan bisa mendapat dukungan yang lebih nyata.
“Dari dulu saya memang suka blusukan dan itu salah satu cara yang sangat riil untuk mendapat dukungan,” pungkasnya. (kresia)
