SMPN 2 Larantuka Bagi Amplop Kelulusan di Wilayah Tempat Tinggal Siswa

Suluh Nusa, Larantuka – Pendemi virus corona masih saja mengintai dunia. Korban dari ganasnya virus corona ini masih terus berjatuhan.

Ruang gerak manusiapun dibatasi terutama mengumpulkan masa dengan jumlah yang banyak.

Situasi yang tentunya tidak diharapkan namun tetap dijalani untuk keselamatan atau kebaikan bersama-sama.

Di bidang pendidikan berbagai upayapun telah dilakukan untuk mendesaian pembelajaran sehingga dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Baik dari aspek pemberian metode pembelajaran maupun aspek lainnya untuk mendukung perkembangan peserta didik di sekolah.

Dan hari ini Jumad ( 4/6/21) hasil belajar siswa selama tiga tahun pada jenjang SMP se indonesia di sampaikan dalam sebuah surat yang terselip dalam amplop yang dinamakan “Amplop kelulusan” tahun pelajaran 2020/2021.

Dan tahun ini merupakan tahun ke dua penyerahan amplop kelulusan ditengah pendemi corona. Entah hasilnya seperti apa, pada prinsipnya lembaga pendidikan telah berusaha memberikan yang terbaik bagi peserta didik.

Momen ini menjadi momen spesial sekaligus menegangkan. Mengapa demikian? Spesial karena pengumuman ini hanya terjadi satu kali untuk setiap siswa. Menegangkan karena pengumuman ini menjadi faktor penentu kelulusan siswa. Karena tidak ada alasan corona untuk mewajibkan seorang siswa itu lulus.

Sesuai Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021, tentang ketentuan siswa yang dinyatakan lulus setelah Ujian Nasional (UN) tahun 2021 ditiadakan diantaranya, Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan setelah memenuhi ketentuan: Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi COVID-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester, Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan serta Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan dilaksanakan dalam bentuk, Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya).

SMPN 2 Larantuka yang terletak di Desa Lewoloba Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur telah menyelesaikan semua ketentuan tersebut. Ada beberapa metode pembelajaran yang dijalani baik Luring, Daring maupun kombinasi dari ke dua metode tersebut.

Tahun ini peserta didik yang duduk di kelas sembilan berjumlah 158 orang. Dari 158 peserta didik kelas IX dengan melihat ketentuan dan menyandingkan apa yang telah dijalani oleh setiap peserta didik yang ada maka persentase kelulusan SMPN 2 Larantuka Tahun Pelajaran 2020/2021 dinyatakan lulus seratus persen.

Tentu hasil yang diraih ini bukanlah karena situasi pendemi corona namun hasil kerja keras dari peserta didik itu sendiri serta dukungan dari guru dan orang tua,Ungkap Kepala SMPN 2 Larantuka Agustinus Arkian Hajon.

Menghadapi situasi pendemi ini banyak cara dilakukan untuk menyampaikan hasil kelulusan. seperti ada pepatah “Banyak Jalan Menuju Roma”Banyak cara untuk mencapai satu tujuan.

Tujuannya hanya satu yakni bagaimana pesan itu tersampaikan dengan baik kepada penerima pesan. Dalam hal ini ada sekolah yang melalui pengumuman kelulusan ini dengan virtual, tatap muka dengan sift.

Hal ini tergantung dari situasi dan kondisi ataupun kesepatakatan. Untuk SMPN 2 Larantuka dalam rapat dewan guru dengan beberapa pertimbangan disepakati bahwa proses penyampaian atau pembagian amplop kelulusan bagi peserta didik kelas sembilan pada SMPN 2 Larantuka dilakukan oleh Bapak ibu guru di setiap wilayah tempat tinggal peserta didik.

Tahun ini merupakan tahun ke dua pembagian amplop kelulusan di wilayah tempat tinggal peserta didik masing-masing bahkan dari rumah ke rumah peserta didik.

Ada beberapa pertimbangan diantaranya pendemi corona, menghindari terjadinya aksi-aksi yang tidak terpuji yang dilakukan oleh peserta didik. Namun lebih dari itu cara ini untuk merekatkan ikatan sosial bersama orang tua/wali yang selama ini terjalin serta mendekatkan pelayanan di masa yang pelik ini,Jelas Agustinus Hajon.

Agustinus Arkian Hajon pada kesempatan ini menyampaikan, “Apresiasi kepada orang tua/wali dari peserta didik yang telah mempercayai lembaga SMPN 2 Larantuka sebagai ladang untuk memungut ilmu bagi anak-anak dan memohon maaf apabila dalam kebersamaan kurang lebih tiga tahun di lembaga SMPN 2 Larantuka ada sikap maupun tutur kata yang kurang menyenangkan di dilakukan oleh Bapak Ibu guru di sekolah baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.

Agustinus Hajon, menambahkan bahwa apa yang diperoleh hal ini tertera dalam surat kelulusan ini merupakan hasil kerja keras dari peserta didik. Untuk itu disyukuri. Dan janganlah melampiaskan kebahagiaan saat ini dengan hal-hal yang negatif. Bersyukurlah dengan cara yang positif. Jangan merugikan diri sendiri dan orang lain. Jalan kamu masih panjang. Untuk itu tetap berusaha, rajin belajar semoga sukses selalu di hari-hari yang akan datang, Ungkapnya.***(t.ruron)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *