Kapela Bello Galakan Literasi Budaya Berbasis Iman

Suluh Nusa, Kupang – Bangsa Indoesia dikenal sebagai bangsa yang besar dengan aneka budaya, baik bahasa maupun adat istiadat.

Kesemuanya ini merupakan kekayaan dan aset Bangsa Indonesia yang mesti terus dipelihara sampai kapanpun. “Oleh sebab itu sebagai warga negara mesti sadar dan wajib untuk terus mengembangkan budaya masing-masing daerah. Supaya apa, jangan punah atau hilang di kemudian hari karena tergerus oleh zaman sekarang ini yang dengan segala kecanggihannya,” demikian diungkapkan Ahli Antropolog Ras Melanesia Dr Gregor Neonbasu, SVD

Gregorius Neonbasu

Lebih lanjut Ketua Yayasan Pendidikan Katholik Arnoldus Kupang, bahwa generasi khususnya anak- anak mesti dilatih agar bisa mengetahui asal usulnya sebagai budaya. Karena saat di jaman era globalisasi dengan kemajuan teknologi yang cukup pesat bukan tidak mungkin suatu saat aneka budaya kita akan hilang.

Sementara itu Ketua Forum Litarasi NTT Polikarpus Do secara terpisah mengatakan, guna mewujudkan minat baca dan Litarasi di segala bidang termasuk Litarasi Budaya berbasis Iman mesti kerja sama semua pihak. Termasuk lembaga gereja dan komunitas-komunitas yang ada di tengah masyarakat mesti terus bergandengan tangan.

Polikarpus Do

“Tak hanya Pemerintah  tetapi semua pihak termasuk gereja harus kerja sama wujudkan gerakan literasi Budaya berbasis Iman, bergandeng tangan dalam mewujudkan gerakan literasi berbasis budaya atau kearifan lokal” tandas Polikarpus.

Ketua Panitia Lomba Pengucapan doa Bapa Kami bahasa daerah Donatus Manehat kepada media Menurut rencana Lomba dimaksud akan dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki Santu Fransiskus Asissi Kolhua pada 28 Mei 2021 mendatang. (goe takene)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *