Didampingi Uskup Larantuka Julie Laiskodat Bangun Energi Positif Wujudkan Nilai Pancasila

MEDIA WLN – Senin 10 September 2020 Julie Sutrisno Laiskodat memberikan materi tantang Empat Pilar MPR RI di Bahalone, Flores Timur, NTT.

Dalam suasana covid-19, antusiasme masyarakat begitu besar dalam rangka ingin belajar dan ikut memahami secara serius maksud dan tujuan sosialisasi empat pilar MPR RI.

Meski berada di pelosok timur Indonesia, kewajiban memahami dan mendalami makna yang terkandung didalam nilai nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Sosialisasi Empat Pilar kali ini mengambil tema tentang Membangun Energi Positif, Mewujudkan Nilai Pancasila. Dasar argumentasi yang sangat dalam dari tema ini menegaskan bahwa penting untuk mengeksplorasi secara kuat energi yang kita miliki untuk mempraktekkan lebih banyak nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Rangkaian agenda sosialisasi Empat Pilar MPR RI di rangkai dengan pengukuhan guru Paud-TK Muhammad Husen Db, pengukuhan kelompok Simpul Nelayan, kelompok Simpul Petani dan perlombaan pidato dan mewarnai bagi siswa SD dan Paud se Adonara Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Julie Sutrisno Laiskodat (Anggota Fraksi NasDem DPR RI komisi IV), Uskup Larantuka, Ketua DPD NasDem Flores Timur, Wakil Bupati Flores Timur, Anggota DPRD Fraksi NasDem Flores Timur, Kepala Dinas PKO Flores Timur, Kepala Dinas Sosial Flores Timur, Camat Se Flores Timur, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Se Daratan Adonara Timur, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Muda, Guru, Mahasiswa, Siswa SMA, SMP, SD, Paud-TK, masyarakat umum.

Sebagai inisiator kegiatan, Muhammad Husen Db menegaskan bahwa sosialisasi empat pilar adalah pembuktian terhadap distribusi pengetahuan kepada seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok timur Indonesia. Sebagai Narasumber Ibu Julie Laiskodat menekankan betapa penting implementasi nilai pancasila dengan meningkatkan kompetensi anak muda khususnya di daratan Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesempatan itu, Uskup Larantuka Bapak Fransiskus Kopong Kung mengapresiasi kegiatan tersebut mengingat saat ini anak muda sejatinya berada di lini paling depan dalam mempertahankan bangsa ini. Bapak Uskup sangat bangga melihat ada anak muda potensial yang mengerakkan sekaligus melahirkan kembali pokok pikiran Soekarno dan tokoh pendiri bangsa di pelosok kampung kecil Bahalone.

Ribuan masyarakat yang memenuhi pelataran gedung Paud-TK Muhammad Husen Db, adalah sejarah baru yang kini menjadi semangat baru dan energi baru bagi anak muda penerus bangsa. Semoga semua perjuangan agengda kegiatan ini sebagai pembuktian bahwa bangsa ini bangga akan potensi anak muda progresif. (*/dionfernandez)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *