Setelah Bandung, Bali Janjikan Debat Istimewa

suluhnusa.com_Partai Demokrat sedang on fire mengembalikan trend partai di jalur yang benar. Jalur elektabilitas agar percaya masyarakat. Dan konvensi adalah salah satu cara untuk itu. Bali sebagai salah satu tuan rumah debat Capres Demokrat ini menjanjikan debat yang istimewa. Kenapa istimewa?

Setelah Bandung dinilai menjadi kota ketiga yang lebih baik dibanding kota sebelumnya (Medan dan Palembang) dalam menyelenggarakan debat bernegara konvensi calon presiden (capres) partai Demokrat, kini Bali didapuk menjadi tuan rumah peyelenggaraan debat bernegara konvensi capres berikutnya.

 Seperti apakah debat bernegara konvensi capres di Bali pada tanggal 18 Februari mendatang?

Sebagai tuan rumah penyelenggara debat konvensi bernegara konvensi capres yang kelima setelah Surabaya, Bali sangat siap dalam mempersiapkan debat kali ini. Hal ini diakui oleh Penanggungjawab Komite Konvensi, Putu Suasta, belum lama ini kepadasuluhnusa.com.

 “Tanggal 18 nanti kita sudah 80 persen siap, untuk tempatnya di Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar,” jelasnya.

Menurut Suasta, ke-11 peserta debat tersebut harus hadir karena ini berkaitan dengan polling yang dilakukan oleh tiga lembaga survey.

 “Memang harus hadir semua, nggak ada yang berani nggak hadir, mereka harus hadir, rugi kalau nggak hadir, dia kan di survey kalau dia sebaran namanya cukup bagus disini orang tidak tahu kan dia rugi, dia inikan dalam rangka meyakinkan publik bahwa dia calon yang bagus untuk memimpin republik ini,” katanya.

Untuk konsep debat nanti imbuhnya, masih sama seperti di kota Bandung yaitu dengan menggunakan dua moderator yaitu terbagi dalam dua sesi dan terdiri dari dua group yaitu group garuda dan Rajawali.

Sebelumnya, Sekretaris Komite Konvensi capres Partai Demokrat, Suaidi Marasabesy, pernah menilai bahwa konsep di Bandung lebih baik dari pada kota sebelumnya. Yaitu dengan perubahan pola yang dibangun, seperti waktu dari 2 hari jadi sehari.

Sebelumnya, hanya satu moderator di Bandung jadi dua moderator, peserta konvensi dan tim sukses masing-masing dapat mengajukan pertanyaan.

Lalu seistimewa apakah Bali dalam mempersiapkan debat bernegara konvensi capres tersebut?

 Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta mengatakan, jika debat di Bali nanti pastinya lebih istimewa daripada kota sebelumnya, karena para tokoh Bali akan diundang.

Selain itu, yang menarik dari debat ini, kata Mudarta karena hanya demokrat yang melaksanakan konvensi sehingga rakyat bisa mengetahui visi dan misi calon presidennya.

“Partai lain kan sebagian besar ketua umum langsung sebagai capres, yang tidak memberikan kesempatan rakyat untuk menilai padahal dalam Pilpres rakyat yang berdaulat untuk menentukan presidennya,” jelas Mudarta, Jumat 8 Februari 2014

Sementara itu, Ketua Umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhiyono (SBY) menurut Mudarta belum tentu hadir pada debat nanti dikarenakan kesibukannya sebagai presiden, apakah Sekjen Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono atau Ibas yang notabene putera SBY yang akan hadir, Mudarta pun mengatakan jika hal tersebut masih tentative.

Langkah Demokrat untuk menentukan capres 2014 memang menuai pro dan kontra, Mudarta pun mengakui jika sebagai partai pemenang Demokrat banyak diserang oleh partai lain yang ingin menang di Pilpres 2014.

Namun sebagai partai yang mengusung jargon, continuity and change (kesinambungan dan perubahan) Demokrat yakin bisa menang di Pemilu 2014 nanti. (kresia)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *