Bangun Gelora 99, Lembata Siap Jadi Tuan Rumah ETMC 2021

MEDIA WLN – Pemerintah Kabupaten Lembata dalam masa pandemic covid 19, terus menggenjot pembangunan Gedung Olaraga Gelora 99 di Desa Pada. Gelora 99 ini selain akan menjadi Homebase Sepak Bola Lembata (Persebata) juga menjadi persiapan tuan rumah Suratin Cup atau El Tari Memorial Cup 2021.

Hal ini disampaikan Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, kepada wartawan usai meninjau pembangunan Gelora 99 di Desa Pada selanjutnya melihat Lapangan Sepak Bola Lamahora dan berakhir di Lapangan Wai Selan Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape.

Ketika ditanya suluhnusa.com terkait pembatalan Lembata sebagai tuan rumah suratin cup dan diminta oleh Asprov NTT menjadi tuan rumah El Tari Memorial Cup 2021 bersama Flores Timur, Eliazer Yentji Sunur dengan tegas menyatakan kesiapannya.

“Ya. Jadi karena Covid Suratin Cup batal. Lalu Belu mejadi tuan rumah Suratin 2021. Saya belum mendapat surat. Sebagai ketua Koni saya belum dapat surat. Walau demikian kita diminta menjadi tuan rumah El Tari Memorial Cup 2021 kita siap. Ini semua persiapan menuju kesana,” ungkap Sunur.

Sebagai ketua Koni dan Bupati Lembata, Sunur menyatakan kesiapannya jika dipercaya sebagai tuan rumah ETMC 2021 baik itu bersama Flores Timur atau Lembata sendiri yang menjadi tuan rumah.

“Kita siap. Selain Gelora 99 kita juga sudah siapkan tiga lapangan pendukung pertandingan. Yakni, di Lamahora, Waipukang-Muruona dan di Buyasuri. Gelora 99 akan rampung akhir Desember. ETMC digelar bulan September atau Oktober, kita lengkapi fasilitasnya dan siap menjadi tuan rumah. Sejak perencanaan kita sudah memikirkan nama ini. Gelora 99. Nanti semua pengda cabang olaraga dibawah KONI bisa berkantor di sana.” tegas Sunur.

Lebih jauh Sunur menegaskan, lapangan pendukung juga dalam perencanaan akan dibangun layaknya stadion dan pusat olaraga. Disekitar lapangan sepak bola atau stadion ada lapangan Futsal, lapangan volley, lapangan kasti. Tergantung kreativitas pemerinta desa setempat. Pemerintah Kabupaten akan memberikan pembangunan stimulus.

“Kita rencanakan untuk bangun stadion di tiga lapangan lainnya. Dan semua pusat olaraga ada di sana. Orang bisa main kasti. Main volley. Jogging. Sebagai pusat olaraga. Kita pemerintah kabupaten hanya mendatangkan pembangunan fisik sebagai stimulus. Soal lahan dan pembebasan tanah menjadi tanggungjawab pemerintah desa. Desa siap kita pasti memberikan dukungan,” ungkap Sunur.

Disinggun soal apakah pemerintah Kabuaten Lembata akan melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi dan pemerintah Kabupaten Flores Timur agas bisa menjadi tuan rumah ETMC , Bupati Sunur menjelaskan pihak akan melakukan koordinasi.

“Sambil menunggu surat resmi. Kita akan melakukan koordinasi dengan Gubernur dan pemerintah Kabupaten Flores Timur. Jadi kita saya sudah mendapat lapporan lisan. Bahwa Flores Timur dinilai belum siap oleh Asprov untuk menggelar ETMC kita Lembata sudah siap. Sehingga semua fasilitas Gelora dan lapangan pendukung akan kita siapkan termasuk fasilitasnya,” ungkap Sunur.

Sejauh ini, ungkap Sunur, pihaknya menyiapkan satu Gor yakni Gelora 99, empat lapangan pendukung yakni, lapangan Waiselan di Ile Ape, Lapangan Lamahora di Nubatukan, Lapangan Hadakewa di Lebatukan dan Lapangan Dolu/Holelea di Buyasuri.

Sementara itu Kabid Olaraga Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olaraga Kabupaten Lembata, Wis Nedabang menjelaskan, secara fisik pembangunan Gelora 99 sudah 50 persen. Tinggal finishing sampai bulan Desember 2020 sesuai kontraj kerja. Gelora 99 yang dibangun dengan anggaran Rp.19.33 milyar itu sudah termasuk tibun penonton, rumput dan tiang gawang.

“Fasilitas pendukung yang lainnya akan diselesaikan pada awal tahun 2021,” ungkap Wis Nedabang.  Pembangunan Fasilitas Olaraga Gelora 99 dimulai sejak 12 September 2019 dengan anggaran Rp. 19.333.000.000,00 diekrjakan oleh PT. Cipta Prasarana Jaya (CPJ) selama empat ratus lima puluh hari sampai Desember 2020.

Tribun utama Gelora 99 dan lapangan sepak bola. Dilatari pemandangan Gunung Ile Boleng.

Sebelumnya suluhnusa.com memberitakan penyelenggaraan Suratin Cup 2020, di Kabupaten Lembata terancam dibatalkan. Pembatalan ini bukan karena Pemerintah Kabupaten Lembata tidak siap menjadi tuan rumah atau Askab Lembata yang belum mampu, tetapi karena kondisi covid 19 yang belum berakhir sampai dengan saat ini.

Karena kondisi covid 19 belum berakhir, penyelenggaraan Suratin Cup 2020, dibatalkan dan akan kembali diselenggarakan ditahun 2021. Kondisi ini mengakibatkan Lembata yang sudah siap menjadi tuan rumah harus rela. Sebab, penyelenggaraan Suratin Cup 2021, digeser ke Atambua, Kabupaten Belu.

Hal ini disampaikan Sekretsris Asprov PSSI NTT, Lamber Tukan melalui Sekretaris PSSI Askab Lembata, Gucek Making, saat dihubungi media ini, 10 Juni 2020 di Lewoleba.

BACA JUGA : Lembata Batal Jadi Tuan Rumah Suratin Cup 2021, Ini Penjelasan Lamber Tukan

Gucek menyampaikan, berdasarkan informasi dari Sekretaris Asprov NTT, Lambertus Tukan, bahwa oleh karena penyelenggaraan Suratin Cup 2020 dibatalkan sehingga otomatis Lembata tidak bisa menjadi tuan rumah. Pasalnya, ketika turnamen Suratin Cup 2021 digelar kembali, tuan rumah digeser ke Atambua, Kabupaten Belu.

“Informasi dari sekjen asprov bahwa berhubung tahun ini tdk ada pelaksanaan Soeratin Cup karena covid 19, maka soeratin cup tahun ini Kabupaten Belu sebgai tuan rumah di geser ke tahun 2021. maka lembata belum bisa jdi tuan rumah di 2021,” ungkap Gucek menirukan Lamber Tukan.

Untuk itu Lamber Tukan menyarankan agar Askab Lembata yang sudah siap menjadi tuan rumah dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata untuk bersama Flores Timur menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan El Tari Memorial Cup 2021.***

 

sandrowangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *