suluhnusa.com_Syarat, mesti memberikan imbas keuntungan antara sekolah calon adiwiyata kepada sepuluh sekolah imbas disekitar.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar yang diwakili I Wayan Sumadana , di Sekolah Dasar Negeri 1 Peguyangan, Jumat 24 Januari 2014, dalam acara Sosialisasi dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Program Adiwiyata antara Sekolah Dasar Negeri 1 Peguyangan dengan sepuluh sekolah imbas.
Sepuluh sekolah imbas itu adalah SDN 2 Peguyangan, SDN 3 Peguyangan , SDN 5 Peguyangan, SDN 6 Peguyangan, SDN 8 Peguyangan, SDN 10 Peguyangan, SDN 11 Peguyangan , SDN 12 Peguyangan, SDN 4 Tonja, dan SMP Swadharma Denpasar.
Acara penandatangan juga dihadiri Lurah Peguyangan, Kepala UPT Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kecamatan Denpasar Utara, dan tentunya para kepala sekolah imbas.
Simbiosis mutualisme dimaksud adalah keuntungan bagi SDN 1 Peguyangan sebab sebagai sekolah yang diajukan sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri dapat memenuhi syarat untuk melaksanakan pengimbasan pada sepuluh sekolah baik di jenjang SD, SMP, SMA, atau SMK.
“Sedangkan bagi sekolah imbas adalah keuntungan untuk menjadi sekolah adiwiyata mandiri tingkat Kota Denpasar,” jelas Sumadana.
Seperti pernah dilansir sebelumnya, SDN 1 Peguyangan telah berhasil meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata di Tingkat Nasional, yang penghargaannya diserahkan oleh wakil menteri Lingkungan Hidup di Jakarta Convention Center pada tanggal 20 Desember 2013 .
Lebih lanjut dalam sambutannya, Sumadana, menegaskan bahwa menurut wakil menteri lingkungan hidup saat memberikan sambutan dalam penyerahan penghargaan tingkat nasional di Jakarta, dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 ini, semua sekolah harus menjadi sekolah adiwiyata.
Dengan demikian adalah kesempatan yang amat baik sekali, bagi sekolah sekolah imbas, saat ini untuk menindaklanjuti nota kesepahaman dengan tindakan nyata di sekolah sekolah bersangkutan.
Disamping itu, Lurah Peguyangan, I Wayan Yuswara, S.Stp, M.Si, menambahkan dalam pengarahannya, sangat mendukung kegiatan yang dilakukan dalam wilayahnya ini.
Sekolah sebagai lingkungan utama anak setelah rumah diharapkan mampu membekali anak bukan hanya dengan pengetahuan (kognitif) tetapi juga sikap(afektif) dan keterampilan(psikomotor).
Dalam hal ini baik pengetahuan, sikap maupun keterampilan siswa mulai membiasakan pola hidup yang berorientasi pada lingkungan. Bahkan diharapkan dalam waktu dekat ada kajian tentang bagaimana perilaku siswa di rumah dan di sekolah yang hubungannya dengan pola pikir berorientasi lingkungan.
Pada tahun 2013 lalu diantara 623 sekolah dari semua jenjang yang diajukan sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri hanya 400 sekolah yang lolos verifikasi, diantaranya 12 sekolah dari Bali termasuk di dalamnya 3 sekolah dari Kota Denpasar. Ketiga sekolah tersebut adalah SDN 1 Peguyangan, SMK 2 Denpasar, dan SMK 3 Denpasar.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 tahun 2013 tentang Program Adiwiyata, bagi sekolah untuk dapat lolos sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kota Denpasar minimal nilai adala 56 poin, sedangkan untuk dapat lolos sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional diperlukan sejumlah 72 poin dari criteria penilaian.
Ketika ditemui suluhnusa.com usai menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman Program Adiwiyata, Sumadana menyampaikan, Pihak Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar, sangat berharap agar ketiga sekolah tersebut dapat lolos sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri sebab hal tersebut akan sangat menunjang Kota Denpassar yang sedang mengikuti Program Adipura tahun 2014 yang penilaiannya dilaksanakan secara bertahap yaitu pada bulan Nopember 2013 lalu, bulan Pebruari yang akan datang dan terkhir diverivikasi pada bulan Mei sebelum dinyatakan lolos untuk mendapatkan penghargaan Adipura.
Menurutnya, Adiwiyata menjadi salah satu komponen penting dalam pencapaian penghargaan Adipura disamping komponen lainnya diantaranya Taman Kota, Kota Layak Anak, Kawasan Tanpa Rokok, Langit Biru, Penanggulangan Pencemaran Air, Penanggulangan Pencemaran Udara, Sarana Transportasi dan Bank Sampah.
Komponen tersebut didasarkan pada Kota Denpasar sebagai kota besar karena jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 500 juta jiwa yaitu 833.900.000 jiwa menurut data BPS terakhir.
Sebelumnya Kota Denpassar pernah meraih penghargaan Adipura di tahun 2009, dan pada tahun 2014 ini sangat berharap agar dapat meraih penghargaan lagi untuk yang kedua kalinya. (luh dias)
