Jajaki Pariwisata Premium di 11 Kabupaten Untuk Dukung Pariwisata Labuan Bajo Super Prioritas

WEELYLINE.NET – Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLF), Senin (2/3), menjajaki kerja sama pengembangan wisata premium di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Penjajakan tersebut dilakukan Badan Otorita Labuan Bajo dalam tournya ke 11 Kabupaten di pulau Flores, Lembata dan Alor. Penjajakan dilakukan Lembaga tersebut guna mendukung Labuan Bajo, Flores sebagai wisata super Prioritas. 

Kedatangan pihak Badan Otoritas pariwisata Labuan Bajo, Flores tersebut di jamu Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday beserta jajaran Pemda Lembata di ruang rapat Bupati. 

“Ini sebagai bentuk perkenalan dan koordinasi dengan teman-teman yang berada di dalam wilayah koordinatif kami yang meliputi 11 Kabupaten. Hari ini ke Lembata. Tujuannya untuk bersinergi, mendudukung dan memfasilitasi kira-kira program apa yang bisa disinergikan dalam rangka mendukung Labuan Bajo Flores, sebagai destinasi Super Prioritas,” ujar Shana Fatina, Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, Kementerian Pariwisata Republic Indonesia di Lewoleba, Senin (2/3). 

Menurut Shana, dalam tour de Flores kali ini, pihaknya akan melakukan pemetaan potensi pariwisata termasuk infrastruktur pendukung, aksesibilitas, dan mengetahui prioritas pemerintah Daerah dalam mengembangkan pariwisata di wilayahnya, sehingga bisa disinergikan dalam program tindak lanjut. 

“Apakah program itu memperkuat atraksinya, atau destinasinya, misalkan, menambah fasilitas homestay, atau mmenambahkan jenis atraksi yang lain, ataukah juga bentuknya sudah siap hanya tinggal dipromosikan saja, kita akan lihat di lapangan. Paling penting juga kita akan melihat SDM nya, kira kira SDM seperti apa yang dibutuhkan, kira kira pelatihan seperti apa, sertifikat kompetensi seperti apa, apakah ini bisa dibuat sebagai destinasi kusus, bisa kah dibuat wisata eduksi riset, bisa banget, nanti coba kita bicarakan dengan Lembaga Lembaga baik nasional maupun internasional yang bisa interest untuk pengembangan itu,” ujar  Shana Fatina, Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, Kementerian Pariwisata Republic Indonesia.  

Menurut Presiden Direktur Badan Otorita Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, perlu ada design sebuah rangkaian pariwisata di Lembata, demi mendukung Labuan Bajo Flores, sebagai destinasi wisata premium. Lembata juga mestinya berkolaborasi mengembangkan pariwisata unik sehingga menjadi rangkaian yang memiliki daya Tarik berbeda.

“prinsipnya, bagaimana kita bisa membangun pariwisata yang unik dari Lembata ini, menjadi sebuah rangkaian, yang memiliki daya tarik yang berbeda. Dari ketika wisatawan yang datang ke Labuan Bajo, ke Komodo, terus datang ke Lembata karena ikan Paus misalnya. Nah kaya gini gini kan mesti di design. Agar kita gak salah mendesignnya, kita minta masukan dan arahan dari Pemerintah Derah, termasuk juga yang paling penting adalah masyarakat,” ujar Shana Fatin. 

Presiden Direktur Badan Otorita Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, juga menyampaikan, 86 % kebutuhan pangan di Labuan Bajo terutama berkaitan dengan industry Pariwisata di wilayah tersebut dipasok dari luar Labuan Bajo, sehingga selain menjadi salah satu destinasi unik, Lembata dapat menyuplai komoditi pangan ke Labuan Bajo.

“Satu lagi, selain sebagai destinasi wisata sendiri, kami juga berharap Lembata juga dapat menyumbang komoditasnya, baik bahan pangan, atau ikan atau bahan pertanian dan segala macamnya, untuk menunjang industry pariwisata di Labuan Bajo.  Karena saat ini Labun Bajo, 86 persen bahan pangannya berasal dari luar. Kita mau komoditas asal Lembata bisa mensuport industry pariwisata di Labuan Bajo. Marketnya kan cukup besar sekali di Labuan Bajo,” ujar Shana.

Selain itu, pihak otorita Labuan Bajo juga mengidentifikasi produk encraft yang ada di Lembata yang dapat menjadi komoditas eksport. 

“Terakhir juga produk enkraft. Tadi kita juga coba identifikasi kira-kira produk ekonomi kreatif yang ada di Lembata apa saja, karena kita arahannya adalah untuk mengembangkan ekonomi kreatif ini tidak hanya untuk market Nasional, tapi juga untuk internasional. Ekspor dan lain -lain. Kita benar-benar pengen memperkenalkan Lembata sebagai bagian dari pariwisata otentik, pariwisata yang memberikan pengalaman yang luar biasa yang kita sebut pengalaman premium,” ujar Shana Fatin.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, menyambut baik upaya pihak badan otorita Pariwisata Labun Bajo-Flores yang ingin mendesign rangkaian pariwisata premium hingga ke Lembata.  menurutnya, kendala utama pariwisata di Lembata adalah infrastruktur baik jalan dan fasilitas pariwisata lainnya.

Dirinya meminta pihak Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo-Flores untuk merasakan dan mengalami kesulitan yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata di Lembata. Namun Wakil Bupati Lembata mengusulkan Lamalera didesign sebagai wisata edukasi riset. 

“Peneliti itu minimal butuh waktu 3 bulan dalam riset berkaitan Lamalera dan keunikan yang tidak habis-habisnya di gali. Ini segmen yang menurut saya penting guna mengembangkan wisata premium. Sebab sekali meneliti para ilmuwan akan menghabiskan banyak uang di lokasi riset apalagi jika difasilitasi dan dikembangkan dengan baik dan berkelas premium,” ujar Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday.

Presiden Direktur Badan Otorita Labuan Bajo Flores, Shana Fatin, bersama rombongan dijadwalkan akan melihat sejumlah destinasi wisata di Lembata, mengikuti presentasi oleh Pemda Lembata serta menemui Warga. ***

hosea

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *