suluhnusa.com_Hujan deras dan angina kencang yang melanda wilayah Alor selama dua hari, mengakibatkan tanggul penahan banjir di Kali Kikilai jebol. Jebolnya anggl penahan ini membuat banjir meluap dan merusak lahan pertanian warga.
Pukul 8:00 Pagi, 17 Januari 2014 Pantauan suluhnusa.com lahan pertanian warga disekitar aliran Kali Kikilai rusak akibat luapan banjir. Kerusakan lahan pertanian ini terdapat di beberapa desa di kecamatan Alor Barat Daya, yang dilalui kali Kikilai.
Luapan banjir ini diakibatkan proyek pembangunan tanggul penahan di kali kikilai roboh akibat cuaca buruk turun hujan angin selama dua hari, sejak 16 sampai 17 Januatri 2014. Hujan ini menghanyutkan tanggul juga tembok kali Kikilai ambrul bahkan angina kencang menerbangkan atap Kantor Pelabuhan Peti Kemas Moru.
Kejadian itu terjadi pada malam hari, membuat warga sekitar klaget dan panik apalagi luapan banjir itu enam hingga tujuh meter.
Beberapa desa di kecamatan Alor Barat Daya yang lahan pertaniannya terkena musiba banjir ini yakni Desa Morba, Desa Wolwal dan Kelurahan Moru.
“Walau sudah redah luapan banjirnya tapi kami tetap waspada. Dan meminta bantuan dari pemkab alor agar memperhatikan bencana ini,” ungkap salah seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis.
Warga juga merasa resah dan heran karena tanggul penahan Banjir di kali Kikilai ini belum lama dkerjakan.
Proyek tanggul ini di kerjakan PT.Kharisma Bina Konstruksi, Kupang dan penembokan yang di kerjakan melalui Program PNPM Kelurahan Moru Kecamatan Alor Barat Daya.
Camat ABAD, Syafrudin Anwar Ishak Djawa.SH, didampingi Kasubag Kepegawaian Kecamatan Abad, Bahlawan Djaibakal.SE, dan Anggota Pol PP Kecamatan Abad, yang terjun langsung ke lokasi kejadian untuk melihat secara langsung.
Anwar Ishak langsung menghubungi pihak PT. Kharisma Bina Konstruksi untuk memperbaiki tanggul yang rusak dan Berdasarkan komunikasi itu pihak PT. Kharisma Bina Konstruksi langsung menurunkan dua petugasnya untuk memantau dan mencari tau penyebabnya.
Pejabat Pembuat Komite (PPK), PT.Kharisma Bina Konstruksi,Kupang-NTT, Wan Perang, mengakui dan menjelaskan bahwa banjir yang terjadi itu sudah merupakan banjir up normal yang terjadi sepuluh tahun sekali.
Dan dua orang petugas dari PT. Kharisma Bina Konstruksi itu yakni Koordinator Pengawas, Jony Lada, dan Staf Teknik, Felix Bessie (Iwan Kamaleng)
