suluhnusa.com – Pemilihan 75 Kepala Desa Serempak di Kabupaten Flores Timur teah usai dan mereka yang terpilih akan dilantik 18 Desember 2019. Pelantikan pun dilakukan secara serempak di aula OMK oleh Bupati Flotim, Anton Gege Hadjon.
Sayangnya dua hari menjelang pelantikan, tepatnya 16 Desember 2019, polemik muncul di Desa Sagu, Kecamatan Adonara, terjadi penutupan secara paksa terhadap enam fasilitas umum. Keenam fasilitas umum yang ditutup secara paksa oleh beberapa oknum di desa sagu tersebut sebaai bentuk protes terhadap pelantikan karena diduga pemilihan kepada desa sagu tidak sesuai mekanisme yang berlaku.
Enam fasilitas umum yang ditutup tersebut adalah empat sekolah dasar, satu puskesmas dan satu kantor desa.
Ada empat SD yang ditutup diantaranya SDN Sagu, SDI Sagu, SDI Kelapa Tiga-Sagu, SDI Arang Puskesmas Sagu. Informasi yang dihimpun media ini di Desa Saggu, 16 Desember 2019 tindakan ini dilakukan oleh Muhammad Al-Khalik anak Mantan Kepala Desa Sagu Ridwan Bapak Kamba.
Kepala Kepolisian Resor Flores Timur AKBP Deny Abrahams pun mebenarkan kejadian tersebut.
“Iya betul ada peristiwa penutupan (sekolah, puskesmas, dan kantor desa) itu, kejadiannya Senin (16/12), siang tadi,” kata Kepala Kepolisian Resor Flores Timur AKBP Deny Abrahams, Senin (16/12).
Dia mengatakan, penutupan sejumlah fasilitas umum itu berkaitan dengan tuntutan dari oknum warga terkait masalah pilkades. Bapak Kamba, lanjut dia, bersama sejumlah anggota kelompoknya meminta pelantikan kepala desa terpilih di Sagu tidak dilaksanakan.
“Mereka protes karena menurut mereka ada terjadi kecurangan yang dilakukan penyelenggara saat pemilihan kepala desa beberapa waktu lalu,” katanya.
Deny mengaku belum mengetahui seperti apa sikap pemerintah daerah setempat terkait tuntutan warga untuk pembatalan pelantikan kepala desa tersebut.
Namut terkait kondisi keamanan dan keteriban masyarakat (kamtibmas) di Sagu, saat ini masih kondusif dan sejumlah personel dikerahkan untuk bersiaga di lapangan.
“Kami juga sudah mengimbau kepada warga agar permasalahan seperti ini silahkan dibawa ke ranah hukum saja,” katanya.
Informasi yang didapat dari salah seorang staf puskesmas Sagu bahwa untuk sementara mulai 17/12/2019 pelayanan kesehatan akan dilaksanakan di Nisa Nulan, Kolilanang dan Kolimasang sampai waktu yang tidak dapat ditentukan.
Sementara itu, saat tindakan penutupan dilakukan, para guru pada empat sekolah dasar menyatakan sokolah diliburkan dan kepala dan staf puskesmas segera melakukan rapat koordinasi untuk menentukan tempat alternatif pelayanan pada 3 polindes.
Sedangkan pantauan media ini, 17 Desember 2019, di aula OMK tamnampak persiapan pelantikan kepala desa serempak yang akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Ada 75 orang kepala desa baru yang akan dilantik dan 2 kepala desa PAW. ***
at/sandrowangak




