Wisatawan Dari Lima Negara Kunjungi Fosil Ikan Paus dan Desa Penghasil Arak di Adonara

LEWOLEBA – PULUHAN wisatawan asing dari tiga negara melakukan kegiatan wisata di beberapa desa di Kabupaten Lembata dan Flores Timur.

Menariknya para wisatawan asing ini akan melakukan kunjungan ke kampung adat Lamahelan. Kampung di Adonara, Kabupaten Flores Timur yang dikenal sebagai daerah produksi Arak.

Rombongan turis dari lima negara ini bukan turis biasa mereka berminat pada penelitian kebudayaan dan kehidupan masyarakat lokal.


Wisman dari lima negara saat mengunjungi Fosil Ikan Paus di Desa Watodiri Lembata

Samuel, Tour Guide asal Alor, kepada warataan di lokasi wisata mangrove Jembatan Bambu di Igo Tapun Desa Muruone, Kecamatan Ile Ape, 31 Mei 2025.

“Wisataaan asing ini berasal dari Amerika, Rusia, Jepang, Thailand dan Australia. Rombongan  wisatawan ini konsen pada penelitian kebudayaan dan kehidupan masyarakat lokal di Lembata dan Flores Timur”, ungkap Samuel, Pria asal Maritaing, Alor Timur ini.

Setelah tiba di bandara Wunopito Lewoleba, rombongan turis ini langsung mengunjungi Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape untuk melihat Fosil Ikan paus.

Ernaruing Enterpreuner sebagai Tour Guide lokal membenarkan minat wisatawan dari lima negara ini lebih pada kehidupan sehari-hari masyarakat termasuk budaya dan lingkungan sekitar.


Wisman saat disambut dengan tarian dan seremoni adat di Desa Muruone Lembata

“Ya jadi wisatawan dari lima negara ini mereka berminat pada wisata lingkungan, kebudayaan dan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. Kami tawarkan desa Watodiri dengan  fosil ikan paus, Wisata Mangrove di Desa Muruone untuk menanam mangrove dan melihat proses memasak garam dan menangkap kepiting bakau”, ungkap Erna.

Selain itu, rombongan wisatawan ini juga mengunjungi pasar TPI untuk melihat aktivitas penjualan ikan di sana sembari menikmati sunset.

Lebih lanjut Erna menjelaskan selama tiga hari kunjungan rombonhan wisatwan ini juga mengunjungi Lamalera.

“Hari ketiga kami ke desa Lamahelan untuk melihat gading proses memasak arak”, urai Erna.

Saat mengunjungi Wisata Mangrove rombongan wisatawan asing ini mengunjungi jembatan Bambu Igo Tapun sekaligus menanam mangrove.


Rombongan wisman saat mengunjungi Jembatan Bambu di daerah Wisata Mangrove Desa Muruone

“Ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat memberikan pengalaman wisata yang unik dan berkesan bagi wisatawan”, jelasnya.

Mereka diterima secara adat dan dikenakan sarung Lamaholot dan kenobo sebagai ciri khas budaya Lewuhala-Lamaholot.

Beberapa wisatawan tampak antusias bergabung dan menikmati pentas budaya yang disuguhkan sambil disuguhkan pangan lokal bose, jagung titi, Ubi kukus, sayur rumpurampe, lawar siput, ikan bakar dan ditutup dengan suguhan tuak. +++sandro.wangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *