Menjadi OMK berwawasan Jurnalistik

suluhnusa.com_Sebanyak 300 orang muda katolik (OMK) Paroki St. Yosef Riangkemie mengikuti kegiatan pelatihan Jurnalistik, Jumat, 1 Juli 2016.

Kegiatan yang diadakan untuk membuka wawasan orang muda tentang dunia jurnalis itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pekan OMK Paroki Riangkemie yang diadakan di stasi Welo, 30 Juni – 03 Juli 2016.

Pelatihan Jurnalistik tersebut menghadirkan dua orang pembicara yakni Ketua Asosiasi Guru Penulis (Agupena) Flores Timur, Maksimus Masan Kian, dan Ketua Komisi Sosial (Komsos) DPP Paroki Riangkemie, Feris Koten.

Maksi Masan dalam materinya menyebut, Jurnalistik adalah aktivitas menulis. Karena itu, keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang jurnalis adalah membaca dan menulis. Menurutnya, dengan menulis, orang muda dapat menyuarakan kepentingan OMK maupun kepentingan masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan pelatihan jurnalistik OMK Riangkemie (foto: feriskoten)
Kegiatan pelatihan jurnalistik OMK Riangkemie (foto: feriskoten)

Ia mencontohkan, ruas jalan simpang Watowiti-Tanjung Bunga selama kurun waktu yang lama rusak parah. Akan tetapi, protes dan kerinduan masyarakat akan jalan yang baik tidak tersuarakan. Akan tetapi, sejak dipublikasi tahun 2014 secara rutin, ruas jalan itu kini tengah diperbaiki.

Ia berharap, setelah pelatihan singkat tersebut, OMK Paroki Riangkemie dapat membuat rencana kerja tindak lanjut dengan membuat tulisan.

“Bisa 10 atau 20 orang kita dampingi untuk menjadi jurnalis untuk membuat tulisan di medianya OMK, ataupun bisa mengirimi tulisan di koran,” katanya.

Pastor moderator OMK Paroki Riangkemie, Rm. Benyamin Daud Pr, menyebut, tujuan kegiatan pekan OMK untuk membangun kebersamaan OMK di Paroki Riangkemie. Selain itu, lanjutnya, melalui pekan OMK, orang muda katolik disiapakan untuk menjadi kader yang baik bagi lewotanah dan gereja.

“OMK diharapkan dapat membentuk diri menjadi kader yang berbudaya, beriman, berkreatifitas. Dengan kegiatan ini, OMK diharapkan mendapat nilai untuk bertumbuh dan berkembang menjadi generasi muda yang bermental baik dan beriman,” katanya.

Salah satu peserta kegiatan, Kristo Leton dari stasi Mudakaputuk mengaku bahagia bisa berkumpul bersama teman-teman sesama anggota OMK dari 9 stasi.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat berlanjut terus. Hal senada juga dikatakan Chelsi Hurint, dari stasi Lewoloba. Ia menyebut, kegiatan tersebut menunjukan ada kebersamaan di antara OMK di Paroki tersebut. Ia berharap bisa menjadikan nilai-nilai dari kegiatan tersebut sebagai bekal bagi kehidupannya. (feris koten/maksi masan kian)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *