suluhnusa.com_Pada Pagelaran Festival Budaya Lamaholot di Lembata, berlangsung meriah.
Kegiatan budaya yang baru selesai digelar di Lewoleba ini selain meriah meriah, pengunjung dan peserta juga tampil menggunakan pakaian dengan ciri khas lamaholot, yang unik dan kreatif.
Pemerintah Kabupaten Lembata, 28 September 2015 menggelar kegiatan Festival Lamaholot. Festival ini berlangsung meriah dan berbudaya. Selain meriah, juga unik dan kreatif. Sebab, ada peserta yang festival yang tampil unik dengan gaya pakaian kerasi barang bekas.
Adalah siswa Siswi SMPN Negeri 1 Nubatukan, yang ikut dalam rombongan parade Budaya Lamaholot tersebut, menampilkan kerativitas yang menarik. Disebut menarik, karna Siswa Siswi SMPN 1 Nubatukan ini, merancang busana dari bahan bahan daur ulang.

Kepala Sekolah SMPN 1 Nubatukan, Dra. Maria Yustina Luku, disela sela kegiatan, menjelaskan penampilan anak anaknya adalah hasil dari kreativitas guru guru, siswa dan osis sekolahnya. Dia menyampaikan, bahan bahan bekas yang sudah tidak terpakai di rancang menjadi busana dan dipakai dalam kegiatan tersebut.
Dia mencontohkan, bahan bahan bekas yang dipakai untuk merancang busana tersebut yakni, batang pisang kering, bulu ayam, daun lontar kering, bahkan biji jagung.
“semua ini adalah hasil kreasi guru guru, dan siswa di sekolah saya. mereka kreatif,” ungkap Yustina Luku.
Lebih jauh Yustina menungkapkan penampilan anak anak didiknya menjadi perhatian banyak warga dan pengunjung juga peserta lain yang datang dari kabupaten Alor dan Kabupaten Flores Timur.
Kegiatan ini menurut Yustina Kuku sangat bermanfaat dan kalau bisa ditetapkan menjadi agenda rutin tiap tahun.
Pagelaran festival Budaya Lamaholot ini mengambil “GALIAU WATAN LEMA “Melibatkan tiga Kabupaten yakni Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor, dan Paguyuban kedaeraan yang ada di Lembata.
Festival dan Karnaval ini dimulai dari depan rumah jabatan Bupati dan para peserta berjalan keliling kot Lewoleba, dengan mengambil rute pertigaan Wangatoa kembali melalui jalur tengah menuju perempatan apotik Tite Hena kemudian menuju ke Jembatan Titian atau menurut warga Lewoleba lebih di kenal dengan Jeti.
Menurut Yustina Luku, kegiatan ini sunggih bermanfaat sebab menampilkan keragaman seni dan budaya masyarakat Budaya Lamaholot dan akan menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
Puncak acara pada hari senin pukul 18.00 Wita, digelar beberapa pertunjukan tarian dari Lembata, Flores timur dan Alor. Dan SMPN 1 Nubatkan tampil membawakan tarian dengan busana dari bahan bekas.
“Ini merupakn seni kontenporer yang memanfaatkan bahan-bahan bekas yang memiliki nilai estetika,” ungkap Yustina Luku.
Selain menimba nilai budaya dari kegiatan ini, siswa siswi SMPN 1 Nubatukan juga mendapat pelajaran tentang nilai seni, pengembangan minat dan bakat serta spirit perjuangan dan pengetahuan.
“Hal ini merupakan momentum bagi seluruh Guru SMP N 1 Nubatukan dan siswa untuk menggali dan memperkenalkan potensi-potensi para siswa di mata masyarakat luas,” tutup Luku.(klemenspayong/sandrowangak)
